MasyaAllah! Indonesia Dapatkan Mandat dari OKI Untuk Bertindak Menghentikan Perang di Gaza, Palestina

Presiden RI Joko Wido Pada Acara KTT Luar Biasa OKI (sumber: Instagram/@jokowi)

terkenal.co.id – Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan mandat untuk hentikan perang di Gaza, Palestina.

Mandat tersebut diperoleh Indonesia dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menghentikan perang di Gaza.

Tak hanya Indonesiaz para pimpinan OKI melalui resolusi yang disepakati usai KTT luar biasa di Riyadh juga memberi mandat kepada Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Turki, dan Nigeria.

Negara yang ditunjuk oleh OKI melalui KTT Luar Biasa yang diadakan pada Sabtu, 11 November 2023 di Riyadh ini diberi mandat untuk membantu memulai proses politik guna mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Paragraf 11 (dalam resolusi) ini merupakan pengakuan dari OKI terhadap keaktifan atau kontribusi aktif Indonesia yang terus mencoba menyelesaikan masalah Palestina, terutama akhir-akhir ini adalah situasi di Gaza,” ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Menlu Retno menilai bahwa resolusi itu berisi tiga puluh satu pesan OKI yang bernada kuat dan keras untuk penghentian konflik Israel-Palestina di Gaza.

Tak hanya kecaman terhadap kekejaman Israel di Gaza, para pemimpin OKI termasuk Presiden RI Jokowi juga mendesak Dewan Keamanan PBB.

Desakan yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB oleh para pemimpin OKI ini guna bertindak menghasilkan resolusi sehingga kekejaman dapat segera diakhiri, bantuan dapat masuk, dan pentingnya mematuhi hukum internasional.

Hasil dari KTT Luar Biasa OKI ini juga turut mengecam pemindahan paksa 1,5 juta warga Palestina dari utara ke selatan Gaza, yang menurut Konvensi Jenewa ke-4 merupakan kejahatan perang.

“OKI juga mendesak DK PBB untuk mengeluarkan resolusi guna mengecam perusakan rumah sakit di Gaza oleh Israel,” imbuh Retno.

Pelaksanaan KTT OKI ini mempunyai peranan penting dalam menunjukan soliditas negara negara OKI.

Tak hanya itu, Pelaksanaan KTT OKI ini juga bermasalah sebagai upaya tambahan agar kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina dapat segera dihentikan.(*)

Editor: Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup