Waduh! Otto Hasibuan Akan Laporkan Hakim dan Para Oknum Dalam Kasus Jessica Wongso

FOTO: KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG

terkenal.co.id – Pengacara kondang ternama Otto Hasibuan, dalam waktu dekat bakal mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Pihaknya mengaku bakal melaporkan seorang hakim ke Komisi Yudisial (KY) sebelum pengajuan PK tersebut.

“Sebelum PK kami lakukan, ini yang paling penting. Kami akan lakukan rangkaian-rangkaian upaya hukum. Upaya hukum pertama adalah untuk membuat laporan kepada salah seorang hakim ya,” kata Otto Hasibuan yang diunggah detikcom pada Jumat (10/11/2023) dikutip terkenalcoid Sabtu (11/11/2023).

Otto tak menyebut nama Hakim yang dimaksud, pihaknya hanya mengatakan laporan ke KY itu akan dibuat pada Senin (13/11/2023) mendatang nanti.

“Tentu saya nggak bisa sebut namanya. Itu hari Senin kita akan jalankan itu di Komisi Yudisial,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan telah menemukan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim tersebut. Namun, Otto belum menjelaskan dugaan pelanggaran kode etik yang dimaksud.

“Kami menemukan beberapa praktik-praktik pelanggaran kode etik hakim, rencananya kapan itu? Hari Senin kita akan laporkan ke Komisi Yudisial. Jadi kita bukan diam kita action on the track pada hukum,” ujarnya.

Dia juga akan melaporkan oknum yang diduga menghilangkan barang bukti dan merekayasa CCTV saat peristiwa kematian Mirna.

Kemudian, ada juga oknum yang akan dilaporkan terkait dugaan menghalangi dilakukannya autopsi pada jenazah Mirna.

“Kita juga akan melaporkan orang ya yang kami duga menghilangkan barang bukti. Kemudian setelah itu, Minggu berikutnya kami juga akan melaporkan orang yang kami duga merekayasa CCTV. Selanjutnya kami juga akan melakukan tindakan untuk melaporkan orang yang diduga menghalang-halangi dilakukannya otopsi,” ujarnya.

Selain itu, Otto meminta aparat penegak hukum memproses setiap laporan yang nanti akan dilayangkannya. Dia mengaku tak punya niat mempermalukan institusi penegak hukum dengan rencana pelaporan dan pengajuan PK tersebut.

“Tetapi dengan ini kami ingin, kami tidak ingin mempermalukan institusi penegak hukum tetapi saya justru sebaliknya minta, institusi penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaan dan siapapun jangan gara-gara ada oknum, umpamanya nanti kalau terbukti ada yang berbuat itu jangan institusi melindungi tapi harus justru membereskan ini supaya nama institusi jadi bersih,” kata Otto.

“Jadi kalau nanti kami melakukan upaya pelaporan-pelaporan saya bermohon kepada Polri dan penegak hukum lain agar betul-betul membuka kasus ini dengan sebener-benernya. Kalau memang laporan kami tidak benar silakan dihentikan, tapi kalau laporan kami ini bener, tolong ini diproses secara transparan, terbuka karena ini sudah menjadi konsumsi publik bukan hanya Indonesia tapi luar negeri,” sambung dia.

Otto berharap rencana pengajuan PK untuk kasus Jessica Wongso tak dihalang-halangi. Dia mengklaim sekitar 3.000 advokat telah bersedia membantu Jessica dalam kasus tersebut secara sukarela atau pro bono.

Sekedar informasi, Jessica Kumala Wongso divonis 20 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Jessica sedang menjalani hukumannya di Lapas Pondok Bambu.

Sumber: detikcom

Editor: Ardi Priana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup