Gerakan Boikot Produk Pendukung Israel Hingga ke Wilayah Timur Tengah

Bendera Palestina. FOTO: Istimewa

terkenal.co.id – Waduh! kabar boikot produk Israel hingga seluruh wilayah, dan boikot tersebut disertai dengan seruan kepada negara-negara Arab untuk memutuskan hubungan dengan Israel. Selain itu, demonstrasi pro-Palestina terjadi setiap minggu di kota-kota besar negara Timur Tengah.

Termasuk masyarakat Arab yang marah karena serangan Israel telah memboikot merek-merek tertentu yang terkait dengan Israel, dan sekutunya Amerika Serikat.

Salah satunya di sebuah toko serba ada di Bahrain, Jana Abdullah yang berusia 14 tahun membawa tablet saat dia pergi berbelanja.

Pihaknya memeriksa daftar merek produk Barat pendukung Israel, yang militernya tengah menggempur Gaza untuk menghancurkan Hamas.

Jana dan adik laki-lakinya yang berusia 10 tahun, Ali, biasanya makan di McDonald’s hampir setiap hari. Namun kini, mereka termasuk di antara banyak orang di Timur Tengah yang memboikot produk-produk yang mereka yakini mendukung Israel.

Dengan menyebar kampanye boikot produk pendukung Israel ini di media sosial termasuk TikTok, anak-anak serta orang tua mereka menghindari merek-merek besar produk Barat.

“Kami sudah mulai memboikot semua produk yang mendukung Israel sebagai solidaritas terhadap Palestina,” kata Jana kepada AFP yang diungah Beritasatu.com dikutip terkenalcoid.

“Kami tidak ingin uang kami berkontribusi pada lebih banyak pertempuran,” sambungnya.

Gerakan boikot ini secara bertahap membengkak sejak Israel tanpa henti membombardir Gaza dan mengirimkan pasukan darat dalam serangan yang telah menewaskan 10.000 lebih orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Dipimpin oleh kaum muda yang melek teknologi, gerakan boikot produk pendukung Israel ini mencakup ekstensi browser, situs web khusus, dan aplikasi ponsel pintar yang mengidentifikasi produk-produk terlarang.

Salah satu ekstensi Google Chrome, PalestinePact, mengaburkan item yang diiklankan secara online jika item tersebut termasuk dalam daftar.

Metode yang lebih tradisional juga digunakan di Kuwait. Di samping jalan raya di Kota Kuwait, papan reklame raksasa memperlihatkan gambar anak-anak yang berlumuran darah dan dibalut.

“Apakah kamu membunuh seorang warga Palestina hari ini?,” tulisan slogan muram itu bertanya kepada konsumen yang masih menggunakan produk pendukung Israel.

Menurut Mishari al-Ibrahim, seorang aktivis Kuwait, dukungan Barat terhadap serangan Israel di Gaza telah memperkuat penyebaran boikot di Kuwait. “Hal ini menciptakan gambaran mental di kalangan masyarakat Kuwait bahwa slogan-slogan Barat dan apa yang mereka katakan tentang hak asasi manusia tidak berlaku bagi kami,” ujarnya.

McDonald’s telah menjadi target utama. Bulan lalu, jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat (AS) di Israel mengumumkan bahwa mereka telah memberikan ribuan makanan gratis kepada tentara Israel, sehingga memicu keributan di wilayah tersebut.

McDonald’s Kuwait kemudian menanggapinya dengan menjanjikan bantuan lebih dari US$ 160.000 untuk Gaza, dan mengatakan mereka berpihak pada Palestina dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Qatar juga menjanjikan US$ 275.000 untuk upaya bantuan di Gaza, dan menekankan dalam sebuah pernyataan bulan lalu bahwa mereka terpisah dari cabang Israel.

Dalam sebuah pernyataan bulan ini, McDonald’s Corporation mengatakan pihaknya tidak mendanai atau mendukung pemerintah mana pun yang terlibat dalam konflik ini.

Di Qatar, beberapa outlet media Barat terpaksa tutup setelah pemiliknya membagikan konten pro-Israel secara online.

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Ardi Priana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup