Pemkab Bekasi Tawarkan Fatir Untuk Bebas Memilih Model Belajar Usai Operasi Amputasi

Tawaran tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdik Kabupaten Bekasi Yulia Legiana mengatakan bahwa akan membebaskan Fatir Arya Adinata, pelajar SMPN 4 Tambun Selatan yang mengidap penyakit kanker tulang pada salah satu kakinya, sehingga harus diamputasi untuk memilih model belajar. .FOTO: NURACHMAN AKBAR/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK KAB BEKASI

terkenal.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdik Bekasi menawarkan model pembelajaran kepada Fatir Arya Adinata (12).

Tawaran tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdik Kabupaten Bekasi Yulia Legiana mengatakan bahwa akan membebaskan Fatir Arya Adinata, pelajar SMPN 4 Tambun Selatan yang mengidap penyakit kanker tulang pada salah satu kakinya, sehingga harus diamputasi untuk memilih model belajar.

Adapun model pembelajaran yang ditawarkan kepada Fatir sendiri diantaranya terdiri dari metode belajar daring, homesschool dan tatap muka.

Yulia mengatakan bahwa Fatir harus tetap melanjutkan pendidikan sampai lulus.

“Nanti kalau sudah sembuh pascaoperasi kita beri kebebasan kepada Fatir, mau belajar daring, homeschool atau tatap muka. Intinya sekolahnya harus terus lanjut dan tidak boleh putus ditengah jalan. Untuk biaya SMP itu memang gratis sampai lulus. Tinggal kemauan Fatir saja untuk belajar,” ujarnya.

Yulia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisinya, baik kesehatan fisik maupun psikologisnya.

Nantinya dalam pemantauan kondisi kesehatan ananda Fatir ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Dinkes maupun DP3A khususnya UPTD PPA.

Dimana pada penyampaian tersebut dikatakan terkait opsi bilamanq memungkinkan untuk belajar nantinya akan diberikan pembelajaran kepada Fatir.

Tak hanya menekankan terhadap nasib pendidikan Fatir, Yulia juga memastikan untuk tahun depan akan mengalokasikan beasiswa melalui APBD.

“Intinya belajar harus terus jalan. Kalau untuk beasiswa mungkin tahun depan ada dari APBD sesuai dengan rencana yang disampaikan pa bupati. Insya Allah kalau memang ada akan kita usahakan dimasukan,” ucapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), DP3A Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi mengatakan kondisi psikologis terakhir Fatir belum sepenuhnya stabil terlebih saat akan diambil tindakan oleh pihak RS Dharmais.

Sementara itu, ananda Fatir diketahui belum bisa banyak bicara dan saat ini tengah diberikan pendampingan intensif oleh psikolog dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (Kemen PPA).

“Seperti disampaikan orangtuanya, dia masih merasa khawatir ada trauma memikirkan masa depan dia seperti apa dengan kondisinya yang sekarang. Kita membagi tugas untuk pendampingan psikologis selama di RS Dharmais oleh pihak Kemen PPA dan nanti sesudah pulang ke rumah didampingi oleh psikolog dari kita,” ujar Fahrul Fauzi.

Diketahui sebelumnya, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan secara langsung menjenguk Fatir Arya Adinata, siswa SMPN 4 Tambun Selatan yang berasal dari SDN 09 Jatimulya.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menjenguk Fatir yang tengah mengalami cedera kaki sejak Februari 2023 lalu, di Rumah Sakit Dharmais Jakarta Pusat, pada Jumat sore, 3 November 2023.

Pada kesempatan tersebut, Dani Ramdan menyampaikan bahwa pemerintah daerah hadir dan siap membantu biaya pengobatan Fatir serta memberikan bantuan yang dibutuhkan pasca operasi pengangkatan kanker tulang yang dideritanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup