Hindarin Kebiasaan Cara Diet yang Salah

Ilustrasi Diet (freepik)

terkenal.co.id  – Diet merupakan cara seseorang untuk menjaga jumlah makanan yang dikonsumsi. Jenis diet juga biasanya dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau keyakinan yang dianut masyarakat tertentu.

Menurut Inggrid Yolanda, seorang trainer diet mengatakan bagi setiap orang berbeda-beda dalam tujuannya. Sebagian orang melakukan diet untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan, ada pula yang bertujuan untuk melakukan pola hidup sehat.

Namun, apa jadinya jika diet yang dilakukan malah menghasilkan sebaliknya? Diet yang salah biasanya dilakukan cukup ekstrem dan caranya yang tidak tepat. Alih-alih menyehatkan, diet yang salah tidak akan membawa hasil dan bahkan dapat memicu bahaya dalam kesehatan.

Mengutip dari berbagai sumber, terdapat beberapa kebiasaan diet yang sering dilakukan, berikut beberapa kebiasaan diet yang salah:

<

Tidak sarapan pagi
Melewatkan sarapan pagi justru akan menurunkan suasana hati dan menimbulkan risiko obesitas. Serta gula dan insulin tubuh akan terganggu.

Tidak menghiraukan kalori dari minuman
Membatasi asupan kalori dalam diet wajib dilakukan. Tetapi tidak disangka, ternyata dalam minuman cepat saji terkandung kalori yang tinggi, bahkan kalori dan gula dapat terkandung di jus buah.

Makan terlalu banyak protein dan lemak
Terkadang ketika diet, kita membatasi asupan karbohidrat dan menambah porsi asupan protein dan lemak. Tetapi jika kandungan protein dan lemak berlebihan akan membahayakan tubuh, dapat merusak ginjal, kolestrol dan lebih parah lagi jantung serta stroke.

Makan tanpa garam
Tubuh membutuhkan kadar yodium atau iodium, untuk produksi hormon, memelihara cairan tubuh, menjaga aktivitas sel saraf, kontraksi reaksi otot, dan meningkatkan fungsi otak. Kandungan zat tersebut terdapat pada garam, maka dari itu jika tubuh kekurangan zat pada garam akan membahayakan tubuh.

Kekurangan serat
Banyak orang yang melakukan diet dengan mengurangi serat, padahal serat dapat melancarkan pencernaan dan juga menahan rasa lapar lebih lama. Justru hal itu dapat membantu proses diet kamu.

Memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan
Hal ini sering terjadi pada remaja, bahkan usia remaja hingga dewasa di Korea melakukan diet ini. Bahaya yang akan dialami tubuh sepertu kerusakan kelenjar air liur, osteoporosis, gangguan menstruasi, lemah jantung, sembelit, dan juga gangguan psikologis seperti emosional.

Minum obat pelangsing tanpa anjuran dokter
Banyak yang menjual obat-obat pelangsing di luar dari dokter dan banyak juga yang mengkonsumsi. Kebiasaan ini bahaya, karena di kandungan obat kita tidak tahu apakah itu berbahaya, atau sesuai dengan kondisi tubuh dan bahkan untuk dosis konsumsi yang tidak kita ketahui dari ahlinya. Efek samping akan mengalami keracunan bahkan kematian

Dari cara melakukan diet yang salah dan tidak tepat, tubuh akan memberikan reaksi yang bahaya. Berikut tanda diet yang tidak sehat.

1. Rambut rapuh dan rontok
Hal ini terjadi karena kurangnya protein yang diserap oleh tubuh, sehingga menyebabkan rambut rapuh dan rontok. Biasa terjadi pada seseorang yang melakukan diet rendah protein. Kerontokan pada rambut terjadi karena kurangnya asam lemak esensial, nutrisi vitamin c, zinc, dan zat besi.

2. Kulit menua
Diet yang benar dan sehat selain menjaga kesehatan tubuh, juga membuat kulit lebih sehat dan menunda tanda-tanda penuaan. Sebaliknya, jika diet yang dilakukan salah dan tidak sehat makan akan muncul tanda-tanda penuaan dini seperti kulit menjadi kusam, dan bibir menjadi pecah-pecah.

3. Otak terasa terkuras
Otak terasa mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami masalah ingatan yang buruk. Kerja otak tergantung oleh nutrisi yang diserap oleh tubuh, terkadang seseorang yang sedang melakukan diet lupa akan asupan gizi yang dibutuhkan. Hal itu berpengaruh terhadap fungsi kerja otak.

4. Suasana hati berubah-ubah
Melakukan diet otomatis menjaga pola makan, mengatur seberapa banyak makan dan mengatur waktu makan kapan saja. Jika kita melakukan diet yang ekstrim, seperti tidak makan sedikitpun atau mengatur pola makan tidak sesuai dengan anjuran, hal itu memicu rasa lapar. Jika seseorang mulai lapar, biasanya mood akan sangat sensitif seperti mudah marah, mudah sedih, cemas, dan gelisah.

5. Pencernaan bermasalah
Pola diet yang salah akan memicu masalah pencernaan seperti diare, sembelit, dan perut yang kembung sepanjang hari. Masalah ini terjadi karena kurangnya atau ditambahnya serat pada pola makan.

Sumber: Beritasatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup