Ogah Kunker ke Brebes, PB HMI Buka Suara Kecam Pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta

Ilustrasi bendera HMI berkibar.

terkenal.co.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengecam pernyataan viral ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengenai produk unggulan Kabupaten Brebes yakni telur asin.

Prasetyo Edi Marsudi berhasil memantik kemarahan usai pernyataan mengenai penolakan kunjungan kerja ke Brebes.

Warga Brebes Gelar Aksi Unjuk Rasa Terkait Pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta

Pernyataan Prasetyo Edi sukses menuai kontroversi, pasalnya ketua DPRD DKI Jakarta tersebut menolak diarahkan ke kunjungan kerja ke tujuan dalam negeri seperti ke Brebes dan Tegal.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ali zakiyuddin menyampaikan Edi tidak pantas untuk mengatakan kata-kata tersebut.

Ali mengatakan bahwa kelakuan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tak mencerminkan sebagai wakil rakyat.

“Pasalnya dia adalah pejabat publik, jadi apapun alasannya tidak etis jika Ketua DPRD DKI Jakarta menolak kunker karena alasan-alasan yang tidak jelas itu,” ujarnya, Selasa, 15 Agustus 2023.

Ali menilai bahwa pernyataan yang dilontarkan Prasetyo Edi Marsudi perihal penolakannya melakukan kunjungan kerja ke Brebes atau Tegal, karena khawatir kentutnya bau lantaran makan telur asin. Sebagai gantinya Edi memilih untuk ditugaskan ke luar negeri.

Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa alasan Prasetyo Edi Marsudi sangat tidak rasional.

“Dia tidak mau berkunjung ke Brebes karena alasan yang sama sekali tidak rasional. Masak karena telur asin dia tidak mau berkunjung. Jangan sampai publik menilai perilakunya mencerminkan partainya kan memalukan,” tandasnya.

Ali mengungkapkan bahwa pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut merupakan hal yang dapat memperkuat stigma buruk terhadap etika pejabat publik.

Hal tersebut dinilai Ali nantinya dapat menyebabkan turunnya kepercayaan rakyat terhadap pejabat.

“Marsudi menggambarkan bagaimana semakin memburuknya etika pejabat publik kita akhir-akhir ini. Jika hal buruk demikian terus berulang ia akan menyebabkan ketidakpercayaan antar pejabat dan rakyat,” tegasnya

Ali menambahkan bahwa perilaku Edi tidak pantas untuk ditiru oleh pejabat lain.

Ali juga tururt menuntut Prasetyo Edi Marsudi untuk segera meminta maaf kepada warga Brebes dan Tegal akibat pernyataannya yang tidak pantas.

“Jangan sampai ditiru, dan memang tidak pantas untuk dijadikan contoh. Kami menuntut agar dia (Edi) segera meminta maaf kepada warga Brebes dan Tegal. Jika tidak mau, turunkan saja dari jabatannya,” imbuhnya.(*)

Editor : Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup