Tolong! Ibu di Cikarang Ini Sakit Kanker Payudara Stadium 4 Butuh Bantuan

Neneng merupakan salah satu penderita kanker payudara stadium empat yang terbilang dari keluarga kurang beruntung yang tak mempunyai biaya untuk perobatan dan hanya dilakukan perawatan jalan di rumah.

terkenal.co.id – Neneng seorang warga Kampung Cambay, RT01 RW01, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi hanya bisa terdiam lemas tergeletak tak berdaya di atas kasur menahan sakit yang dideritanya.

Diketahui, Neneng memiliki tiga anak dari buah pernikahan dengan suami Cengkih (35) ini menderita penyakit kanker payudara stadium empat.

Neneng merupakan salah satu penderita kanker payudara stadium empat yang terbilang dari keluarga kurang beruntung yang tak mempunyai biaya untuk perobatan dan hanya dilakukan perawatan jalan di rumah.

Neneng diketahui tinggal di sebuah rumah berukuran kecil milik saudaranya, ia menceritakan kisah pilu awal mula kondisi itu bisa terjadi.

Neneng mengungkapkan bahwa dirinya mengalami ada benjolan kecil di dekat payudara dalam kurun waktu tiga tahun silam.

“Awalnya, tiga tahun lalu sudah ada benjolan kecil sebesar biji buah kleci, tidak terasa apa-apa,” ujar Neneng.

Sembari menahan sakit, Neneng membeberkan detail kondisi yang dialaminya saat ini, musibah yang menimpa dirinya itu terjadi setelah memilki anak ketiga.

“Pas anak pertama itu enggak apa-apa, setelah anak ke tiga baru merasakan kaya gini,” ujar Neneng terendus nafas dibalik sakit yang diderita.

Ceria sang anak mulai terhenti saat kondisi Neneng sudah tak berdaya untuk bangun dari kasur.

Diketahui saat ini anak balita Neneng setelah dirinya menderita penyakit tersebut kemudian sang anak diasuh oleh mertuanya dan suami.

Neneng mengira penyakit yang dideritanya itu hanya infeksi biasa, lalu kemudian bergegas menuju puskesmas terdekat untuk memeriksa kondisi itu.

“Awalnya di garuk, saya pikir ini infeksi biasa lalu saya ke puskesmas, berlanjut ke Anisa Cikarang dan dirujuk ke Hermina Bekasi,” jelasnya dengan nada lirih.

Segala bentuk upaya telah ia tempuh demi kesembuhan dirinya, Neneng menyebut, apalah daya sang suami hanya pekerja serabutan, kini ia hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut dan mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Semua sudah saya jual jualin buat berobat mondar mandir, kartu KIS dan BPJS enggak mengakomodir biaya kami, belum ada bantuan dari Pemerintah. Baru tadi ada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi ngirim sembako,” ujarnya.

Neneng mengatakan bahwa untuk biaya sekali jalan dirinya mengeluarkan uang sebesar Rp400.000 hingga Rp500.000.

“Kalau sekali jalan abis sekitar 400-500 ribu, belum pakai kendaraan nyewa kan kita enggak punya kendaraan,” terangnya.

Neneng berharap, kondisi ini menjadi perhatian penuh oleh Pemerintahan Kabupaten Bekasi khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi minimal ada pendampingan kesehatan.

“Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah dengan melihat kondisi saya ini,” jelasnya.

Sementara itu, Cengkih (35) suami Neneng mengatakan, pihaknya sudah tak kuasa melihat sang istri tercinta menderita kesakitan, bahkan terkadang Neneng tak bisa tidur hampir setiap malam.

“Saya kasian kang liat istri saya seperti ini, nahan sakit setiap malam anak enggak ke urus karena saya kerja serabutan, pinginnya cepet-cepet sembuh,” terangnya.

Cengkih merasa kaget melihat kondisi sang istri, panik dengan keluhan Neneng, lalu kemudian langsung membawa ke Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit.

“Saya taunya sudah membesar bilang kesaya dan langsung di bawa ke Puskesmas, dirujuk ke RS Anisa dan tidak sanggup dirujuk lagi ke RS Hermina Bekasi,” jelasnya.

Dengan penghasilan tak menentu, Cengkih hanya bisa berharap ada perhatian dari pemerintah daerah.

“Yah kang penghasilan kadang ada kadang enggak ada sama sekali, sehari 90 ribu tetep kita bersyukur hanya cukup untuk makan sehari hari buat berobat enggak cukup,” ujarnya.

Demi kesembuhan sang istri yang amat sangat dicintai, Cengkih dibantu aparatur Desa Jatibaru, beserta ketua RTRT01/RW01 Kampung Cambay dan Karang Taruma Desa Jatibaru beserta warga sekitar membuat aksi penggalangan dana (open donasi) untuk meringankan biaya pengobatan Neneng.

“Alhamdulillah di bantu aparatur desa, ketua RT, Karang Taruna dan warga sekitar inisiatif membatu kami dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu pengobatan istri saya, terimakasih banyak yang sudah mau membantu,” bebernya.

“Dan tadi ada dari perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi datang membawa sembako, terimakasih sudah mau membantu, besar harapan saya Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga bisa mencarikan solusi untuk kami,” imbuhnya.

Laporan: Iky

Editor: Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup