Ini Profil Budiman Sudjatmiko Sosok Aktivis Pada Zaman Orba

Budiman Sudjatmiko zaman saar jadi Aktivis

terkenal.co.id – Budiman Sudjatmiko sosok aktivis yang pernah suara lantang  pada zaman orde baru (Orba), ia lahir pada tanggal 10 Maret 1970 di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Budiman Sudjatmiko merupakan pasangan dari Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri, ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Selama masa kecilnya, ia pernah tinggal di Bogor, Jogja, dan Cilacap.

Budiman Sudjatmiko berkembang menjadi pemuda aktif dalam berbagai organisasi dan diskusi sejak duduk di bangku SMP. Semua itu karena Budiman Sudjatmiko tumbuh dan berkembang dalam didikan keluarga yang kental dengan keagamaan, nasionalisme dan kepedulian.

Budiman Sudjatmiko berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Pada awal masa perkuliahannya, ia memasuki community organizer.

Community organizer adalah organisasi yang mengurus pemberdayaan politik, organisasi dan ekonomi di kalangan petani dan buruh yang ada di perkebunan sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga ia tidak sempat menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu karena organisasi yang diembannya.

Budiman bersekolah di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor dan melanjutkan ke tingkat menengah pertama di SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus di tahun 1986. Ia menginjakkan kakinya di SMA Negeri 5 Bogor dan lulus pada tahun 1989.

Pada 1996, Budiman di penjara karena menentang perintah Orde Baru selama 13 tahun.

Usaha yang dilakukan dalam menentang perintah Order Baru dengan mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD), sehingga ia dianggap sebagai dalang peristiwa 27 Juli 1996.

Peristiwa 27 Juli 1996 dikenal dengan peristiwa sabtu kelabu karena peristiwa tersebut terjadi pada hari sabtu.

Dalam peristiwa itu, terjadi pengambilalihan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat.

Kemudian, Budiman menjalani masa penjara selama 3,5 tahun setelah ia mendapat amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Setelah ia bebas dari penjara. Budiman melanjutkan pendidikannya di Inggris. Ia mengambil jurusan Ilmu Politik di Universitas London dan Master Hubungan Internasional di Universitas Cambridge.

Setelah ia menyelesaikan studinya di Inggris, Budiman kembali ke tanah air. Pada tahun 2004, ia bergabung ke dalam PDIP Perjuangan. Kemudian ia membentuk Rendem (Relawan Perjuangan Demokrasi) yang merupakan organisasi sayap partai.

Ia juga aktif di Social-Democracy Network in Asia sebagai steering committee. Pada tahun 2009, ia aktif mempelopori penyusunan Undang-Undang Desa.

Saat ini, dia menjabat sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan (dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII: Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap) dan duduk di komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan agraria.

Karya Budiman yang pernah terbit adalah buku “Anak Anak Revolusi), April 2012. Dalam buku itu menceritakan tentang perjalanan hidupnya dalam mencari jawaban dan bagaimana memperjuangkan mimpinya serta menceritakan masa-masa dirinya dipenjara.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup