Stop Bullying! Karena Sakit Hati Siswa di Temanggung Bakar Sekolah

Ilustrasi Anak yang di Bully (Pinterest).

terkenal.co.id – Seorang siswa di Temanggung membakar sekolah lantaran sakit hati akibat sering di buli.

Aksi pembakaran sekolah dilakukan salah satu siswa SMP Negeri 2 Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Siswa R (13) nekat membakar sekolah lantaran dirinya sering di buly teman-temannya.

Peristiwa pembakaran sekolah dipicu karena adanya aksi bullying yang dilakukan oleh teman satu sekolah R (13).

Peristiwa pembakaran sekolah ini dilakukan R (13) pada Selasa, 27 Juni 2023 dini hari.

Perbuatan tidak terpuji tersebut, terekam oleh kamera cctv hingga akhirnya pihak sekolah mengetahui aksi pembakaran tersebut.

Kapolres Temanggung, AKBP Agus Puryadi, S.H., S.I.K., M.Si., bahwa pihaknya telah menetapkan pelaku pembakaran sekolah sebagai tersangka.

Lebih lanjut, Agus Puryadi menyampaikan bahwa ditemukannya barang bukti serta rekaman CCTV menjadi dasar atas pentapan sebagai tersangka.

“R resmi tersangka, dasarnya dari sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi serta dari rekaman CCTV yang ada di sekolah tersebut,” terangnya.

Kapolres Temanggung mengungkapkan motif tersangka melakukan aksi pembakaran sekolah dipicu karena rasa sakit hati sering dibuli oleh teman-temannya.

Ia juga menyampaikan bahwa aksi pembulian tersebut juga bukan hanya dilakukan oleh teman, namun dilakukan oleh guru yang menurut tersangka kurang memperhatikan dirinya.

“Artinya ini adalah subjektif pada perasaan si siswa. Hal tersebut dibuktikan pada saat dia mempunyai sebuah prakarya dan oleh guru menilainya biasa saja, maunya dia yang terbaik,” tandasnya.

Diketahui, bahwa siswa yang melakukan aksi pembakaran tersebut mencalonkan diri untuk menjadi ketua PMR di sekolah.

Namun dirinya tidak dipandang mempunyai kredibilitas dan kapabilitas yang menurut teman-temannya belum sesuai untuk memimpin organisasi tersebut sehingga dia tidak terpilih sebagai ketua.

“Akumulasi dari beberapa rasa sakit hati, yang hal itu subjektif saja maka dia merencanakan untuk membakar sekolah tersebut,” ujarnya.

Agus Puryadi juga menyampaikan penjelasan tentang langkah yang dilakukan tersangka pada aksi pembakaran sekolah.

Agus menyebut bahwa tersangka R (13) menyiapkan diri dengan sebuah botol bekas minuman bervitamin, kemudian menggunakan cairan khusus yang sudah dicampur dengan bahan tertentu sehingga menimbulkan api yang besar, upaya tersangka ini cukup berhasil, sehingga sejumlah ruangan di sekolah tersebut terbakar.

“Dengan bahan bakar minyak dan isi korek gas digabungkan menjadi satu kemudian diramu dan dicoba. Uji coba pertama berhasil dilakukan di belakang rumahnya dan hasilnya cukup bagus,” tuturnya.

Setelah berhasil melaksanakan uji coba, tersangka membuat tiga buah rangkaian yang sama, satu diletupkan di sebelah kanan sekolah, kemudian ada yang dilempar dan yang paling fatal adalah yang ditaruh di ruang prakarya, karena ruang ini tidak tertutup dan di dalamnya terisi barang-barang dari kayu dan kardus sehingga mengakibatkan hasil karya didalam ruangan habis terbakar.

Kobaran api mulai merambat ke ruang kelas lain yang pada mulanya terjadi di ruang prakarya.

Adapun kondisi ruang kelas lain ada sebagian bagian atapnya separuh hangus, hampir roboh.

Kemudian pelaku berjalan ke green house tetapi juga tidak terbakar habis. Lalu dia juga membakar spanduk kelulusan.

Agus resmi menetapkan R (13) sebagai tersangka dengan terbukti melakukan tindak kriminal dengan sengaja melakukan pembakaran.

Adapun tersangka dijatuhi ini ancaman Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Peradilan Pidana Anak,

“Terhadap pelaku anak dapat dijatuhkan paling lama setengah dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa,” imbuhnya.

Laporan: Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup