BNPT Ungkap Bahwa ponpes Al Zaytun Tak Bisa di Proses Secara UU Terorisme

FOTO: BNPT

terkenal.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menanggapi kasus polemik ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

Kasus polemik yang terjadi di lembaga ponpes Al Zaytun telah banyak mengundang perhatian publik.

Polemik tersebut menjadi sorotan publik, hal ini dikarenakan adanya dugaan tindakan terhadap penistaan agama.

Banyaknya perbincangan publik mengenai polemik Al Zaytun, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut menyikapi hal tersebut.

BNPT mengungkapkan bahwa polemik yang terjadi pada lembaga ponpes Al Zaytun tidak bisa diproses secara Undang-Undang.

Hal tersebut dikarenakan polemik Al Zaytun belum bisa dikategorikan sebagai terorisme, oleh karena itu tak bisa diproses dengan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol. R. Achmad Nurwakhid mengungkapkan bahwa polemik Al Zaytun Tak dapat diproses dengan Undang-Undang.

“Ajaran Al Zaytun belum masuk ke dalam kategori terorisme sehingga tidak dapat diproses dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Terorisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad Nurwakhid menerangkan bahwa ajaran yang ada dalam lembaga ponpes Al Zaytun hanya dikategorikan paham radikalisme.

Lebih lanjut, Achmad menuturkan terkait kasus Al Zaytun bisa ditangani oleh aparat kepolisian menggunakan Undang-Undang selain UU Terorisme.

Penerapan Undang-Undang tersebut yang dapat digunakan kepolisian ialah menggunakan seperti UU No. 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan UU No. 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dalam membuat kegaduhan.

Achmad juga menyampaikan bahwa pihaknya akan ikut membantu proses penyelesaian kasus ini walau tidak masuk dalam ranah BNPT.

“Kasus ini belum masuk ranahnya Densus 88 dan BNPT, namun bukan berarti kami lepas tangan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Achmad juga menyampaikan bahwa pihaknya akan tetap membantu untuk konsultasi terhadap pihak terkait seperti Majelis Ulama Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa pimpinan Al Zaytun pandai bersiasat dengan berpura-pura mencintai bangsa Indonesia.

“Panji lebih pandai bersiasat, dengan berpura-pura mencintai NKRI,” pungkasnya.

 

Laporan: Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup