Bela Umat! Abu Janda Lantang Bersuara Soal Penyegelan GKI Ciracas

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf).

terkenal.co.id – Abu Janda atau Permadi Arya pegiat media sosial melantangkan suara menyoal isu penyegelan Gereja Kristen.

Penyegelan Gereja Kristen Indonesia yang dimaksud oleh Abu Janda sendiri terletak di kawasan Palsigunung Bajem, Ciracas, Jakarta Timur.

Abu Janda dengan lantang memberikan dukungan pembelaan terhadap penyegelan Gereja Kristen Indonesia Ciracas.

Ia pun menyampaikan melalui akun instagram pribadinya bahwa Gereja tersebut disegel karena tidak adanya surat perizinan dari RT dan RW Setempat.

“Padahal sudah mendapat persetujuan 80 warga sesuai syarat SKB 2 Menteri namun karena ditolak oleh Pak RT dan RW, rumah ibadah disegel oleh dinas tata kota,” tambahnya,” terangnya dilansir dari akun instagram @permadiaktivis pada Jumat, 23 Juni 2023.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda ikut menyuarakan dukungan terhadap umat Kristen untuk mendapatkan hak yang sesuai dengan konstitusi negara.

Ia juga menyinggung beberapa nama tokoh yang terdiri dari Presiden Jokowi hingga Gubernur DKI Jakarta Budi Hartono.

Dalam video unggahan Abu Janda melalui akun instagram @permadiaktivis menunjukkan bangunan Gereja Kristen Indonesia yang disegel beserta narasi upaya pembelaan.

Abu Janda juga menyinggung bahwa penyegalan tempat ibadah hanya terjadi di Indonesia.

Ia dengan lantang menegaskan bahwa penyegelan rumah ibadah disamakan dengan tempat maksiat.

“Cuma di Indonesia rumah ibadah disegel disamakan dengan tempat maksiat. Keji dan biadab sekali,” ujar Abu Janda.

Lebih lanjut, ia juga meminta atensi kepada Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono serta Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar.

Atensi tersebut dilontarkan Abu Janda untuk menegaskan bahwa konstitusi jangan kalah dengan RT dan RW setempat.

“Jadi jangan sampai konstitusi kalah dengan Pak RT dan Pak RW. Mohon atensi bapak Gubernur DKI Pak Heru Budi Hartono. Mohon dibantu Bapak Walikota Jakarta Timur Pak Muhammad Anwar,” imbuhnya.

Abu Janda juga meminta pemerintah untuk segera membantu melengkapi surat perizinan yang dibutuhkan jika memang hal tersebut menjadi alasan utama penyegelan Gereja Kristen Indonesia.

“Jangan pakai alasan izin untuk menghalangi ibadah umat non muslim, kalo izin belum lengkap bantu lengkapi izinnya, bukannya malah disegel,” imbuhnya.

Laporan: Mishbahul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup