Terungkap! Kronologi Mahasiswa UIN Banten yang Digebukin, Ternyata Dipaksa Suruh Minum Alkohol Astagfirullah

Ilustrasi

terkenal.co.id – Ikmal Anshary korban penganiayaan oleh oknum sesama mahasiswa didalam lingkungan Kampus 2 UIN SMH Banten pada Senin malam (5/6/2023) lalu menceritakan kronologi secara detail kepada publik.

Sebelumnya Ikmal Anshry mahasiswa jurusan KPI UIN Banten yang menjadi korban penganiayaan menuturkan bahwa selain mendapat tindakan kekerasan, bullying ia pun di introgasi sambil dipaksa untuk menggak miras.

“Saya digebukin, dibully dengan dimasukan ke tong sampah disirami air dan digulingkan,” kata Ikmal dalam keterangan tertulis Kamis (15/6/20230.

“Setelah itu saya dipaksa untuk mengaku kalo saya mencekoki miras ke mahasiswi (S), saya membela diri kalo saya ga tau apa-apa,” sambungnya.

Ikmal menjelaskan jika ia dan korban lainnya (D) dan (H) diintrogasi dengan nada intimidasi dan dipaksa untuk minum miras, namun ia menolaknya.

“Mereka mengintrogasi saya dengan nada intimidasi dan memaksa saya untuk minum miras, saya menolaknya karena saya bukan peminum,” ungkap ikmal.

Ia menuturkan jika dirinya bukan peminum miras, dan mempertahankan prinsipnya hingga rela untuk dipukuli dari pada harus meminum miras.

“Dalam hati saya campur aduk, haruskah minum atau tidak. Saya berdoa untuk dapat pertolongan dari Allah. Lalu saya bilang, saya mending dipukuli daripada harus minum miras, saya bukan peminum,” tegasnya.

Setelah sekitar dua jam kejadian itu terjadi, ikmal menjelaskan ia bisa sedikit bernapas lega ketika teman-temannya datang.

“Saya sedikit lega ketika ada temen-temen organisasi saya datang (Hima Persis), saya coba untuk menjelaskan kalo saya tidak tahu apa-apa, dan saya dibawa pulang dan teman-teman menenangkan saya karena saya merasa syok berat,” tuturnya.

Sementara itu, Febry Ketua Hima Persis Serang menjelaskan dirinya datang ke lokasi setelah mendapat kabar di whatsapp grup.

“Saya dan teman-teman mendapat kabar di whatsapp grup sekitar jam 10 malam dan sampai ke lokasi sekitar jam 11 malam, saya tanya apa yang terjadi, dan saya bawa pulang ikmal ke sekretariat sekitar jam 12 malam,” jelas febry ketika di hubungi melalui media whatsapp.

Hingga berita diterbitkan kembali, redaksi terkenal sudah menghubungi pihak rektorat UIN Banten. Namun, sangat disayangkan enggan menjawab. (Val/Lal/Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup