Halal Bi Halal 2023, Pawargo Sukses Gelar Reog Ponorogo

Istimewa

terkenal.co.id – PAWARGO (Paguyuban Warga Ponorogo) menggelar Pagelaran Reog Ponorogo Halal Bihalal di depan Pendopo Kabupaten Ponorogo.

Turut dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sesepuh Reog, Ulama/ Tokoh Masyarakat Ponorogo pada hari Senin 24 April 2023 kemarin.

Pada acara tersebut juga diserahkan sesi Piagam penghargaan untuk  50 Tokoh Penggiat Reog Ponorogo (para mantan Pembarong, Jathilan, Ganongan, dan Pengrawit Reog).

Ketua Umum PAWARGO, Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa acara ini menjadi Acara Tahunan yang sudah diselenggarakan kedua kalinya.

“Akan terus diselenggarakan setiap Lebaran H+3 di Pendopo Kabupaten Ponorogo,” kata Susiwijono dalam keterangan tertulis yang diterima pada 25 April 2023.

Tak hanya itu, acara ini pun ditujukan untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi dan networking, serta mewadahi para Diaspora Ponorogo yang akan ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun Kabupaten Ponorogo.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan terima kasih dan berharap para Diaspora ikut bersama-sama memikirkan dan berkontribusi.

“Untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ponorogo,” ujarnya Bupati Ponorogo.

“Bersama para Tokoh PAWARGO sedang terus berjuang menyampaikan ke Menteri DikBud Ristek dan menagih janji untuk mendaftarkan Seni Budaya Reog Ponorogo sebagai Warisan Tak Benda UNESCO pada tahun 2024,” sambungnya.

Kemudian, utama pagelaran Reog Ponorogo, dimeriahkan dengan 12 dadak merak, 12 orang Penari Jathilan pilihan, 8 Ganongan dan Pengrawit serta para pendukung gelaran Reog yang hadir lengkap dalam pagelaran ini.

Dalam kesempatan gelaran Reog ini, Wakil Bupati Lisdyarita ikut menari bersama 12 Penari Jathilan dan 10 mantan Penari Jathilan yang sudah purnakarya.

Turut serta Mbah Wondo, mantan Pembarong ternama di Ponorogo yang saat ini sudah berusia 69 tahun dan kadang masih ikut membarong reog, menyampaikan sangat terharu dgn penghargaan yang diberikan Bupati dan PAWARGO.

Ditambahkan Bu Mujayanah, generasi pertama Jathilan perempuan di tahun 1985 (sebelumnya Jathilan dilakukan oleh laki-laki), merasa dihargai dan diapresiasi kiprahnya dalam Seni Budaya Reog sebagai Penari Jathilan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup