Cegah Kolesterol Tinggi Pasca Lebaran, Waspadalah!

Opor dan Ketupat / Sumber: iStockphoto

terkenal.co.id – Lebaran atau hari raya idul fitri biasanya sangat identik dengan kuliner yang berciri khas santan di rumah kampung halaman.

Pasca lebaran memang, tidak sedikit yang khawatir kadar kolesterol naik usai mengonsumsi banyak makanan. Tak bisa dipungkiri, makanan saat lebaran seperti rendang, opor ayam dan ketupat mengandung lemak dan gula tinggi.

Kebiasaan dari itu semua, ini pasti menjadi kadar kolesterol dalam tubuh jadi tinggi.

Kolesterol yang tinggi sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan segala penyakit (komplikasi) seperti darah tinggi, stroke, serangan jantung dan lainnya.

Dikutip terkenal.co.id dari victorynews.id Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Luciana Sutanto, mengungkapkan konsumsi minyak yang tinggi mampu memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh.

Konsumsi makanan dengan kandungan minyak dalam jumlah yang banyak nyatanya juga mampu meningkatkan kolesterol.

“Kalau kita makan banyak (yang mengandung) minyak meskipun itu tidak mengandung kolesterol, itu juga berisiko meningkatkan kolesterol karena kolesterol itu dibuat oleh tubuh sendiri,” terang dr Luciana.

Berikut gejala kolesterol tinggi pasca lebaran yang harus diwaspadai:

Gejala kolesterol tinggi
1. Mudah Mengantuk
Sering menguap terjadi akibat pasokan oksigen ke otak berkurang. Apabila frekuensi menguap sudah tidak wajar, patut dicurigai lantaran kondisi tersebut bisa jadi disebabkan menumpuknya kolesterol yang tinggi. Akibatnya, pasokan oksigen menuju otak tidak optimal.

2. Kesemutan
Kesemutan pada kaki, tangan, atau bagian tubuh tertentu merupakan salah satu gejala aliran darah tidak lancar. Akibatnya, ada syaraf yang tidak mendapat pasokan darah yang optimal. Adapun kondisi aliran darah tidak lancar bisa disebabkan oleh kolesterol.

3. Pegal pada Tengkuk atau Pundak
Pegal pada area tengkuk atau pundak bisa terjadi karena kurangnya suplai oksigen dan darah akibat penumpukan kolesterol. Segera atasi agar tidak berkelanjutan.

4. Rasa Nyeri di Kaki
Nyeri pada kaki bisa jadi merupakan gejala kolesterol tinggi akibat tersumbatnya aliran di arteri, sehingga aliran darah ke kaki pun menjadi terhambat.

5. Xanthelasma
Xanthelasma adalah endapan kolesterol yang berada di bawah jaringan kulit. Jika ini terjadi, biasanya tampak noda kuning muda di ujung kelopak mata atau muncul benjolan kecil padat di lipatan tubuh seperti tumit, siku, atau lutut.

6. Perlemakan Hati
Ketika hati dipenuhi lemak berkadar tinggi, timbul keluhan berupa rasa tidak nyaman, begah, bahkan mual. Keadaan seperti ini bisa meningkatkan risiko penyakit sirosis, bahkan kanker hati.

7. Kram
Gejala kolesterol tinggi juga bisa berupa kram di beberapa bagian tubuh, seperti tumit, telapak kaki, dan lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada malam hari saat terbangun dari tidur. Rasa nyeri itu akan hilang saat tubuh digerakkan.

8. Dada Terasa Nyeri
Dada yang terasa nyeri bisa menjadi tanda dari komplikasi kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi akibat adanya plak di dinding arteri, sehingga jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang memadai.

Berikut cara jitu yang dapat dilakukan untuk menurunkan kolesterol pasca lebaran:

  1. Konsumsi Jus

Kita bisa meracik jus campuran seperti buah dan sayuran, karena sayuran hijau memiliki antioksidan yang mampu mengikat asam empedu yang berasal dari kolesterol, sehingga akumulasi kolesterol dalam darah dapat dikurangi.

  1. Makan buah

Buah-buahan diklaim sebagai penurun kolesterol paling ampuh. Pasalnya, buah-buahan ini mengandung kaya akan serat larut dan rendah gula yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat.

  1. Olahraga

Berlari, joging, dan bentuk olahraga kardio lainnya sangat baik untuk mengurangi trigliserida dan kolesterol.

  1. Konsumsi Teh

Teh hitam menjadi ramuan teh untuk menurunkan kadar kolesterol lainnya. Ramuan satu ini kaya akan antioksidan yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Ramuan teh hitam juga ampuh untuk mengontrol kadar gula darah, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan usus.

Hal ini menjadi penting untuk kita lakukan, sebabnya jika kolestrol kita biarkan dan tidak seimbangi dengan konsumsi yang membuat kolestrol turun akan membuat kita sakit dan membahayakan diri, Mari sayangi diri kita.

Penulis: Hana Wenny

Editor: Ardi Priana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup