Bara Aksi minta Polda Metro Tak Berikan Izin Konser Musik Besar di Bekasi

Ilustrasi Konser Musik. (Foto: Istimewa)

BEKASI, terkenal.co.id – Muncul ke publik Barisan Mahasiswa Bekasi (Bara Aksi) mereka menyoroti ramainya terkait konser musik yang saat ini sedang menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Karena, menurutnya melihat dari peristiwa konser musik ‘Berdendang Bergoyang’.

Ketua Bidang kajian kebijakan publik Bara Aksi Raden mardiana, menilai dalam hal tersebut harus menjadi evaluasi untuk menggelar acara konser musik sekala besar. Ditambah, kata Raden ia mendapatkan informasi di Kota Bekasi akan digelar kegiatan konser musik ‘Soundsfest’ di Parkir Ground Summerecon Bekasi.

“Kita harus berkaca terkait peristiwa konser musik ‘Berdendang Bergoyang’ beberapa hari lalu, Nah ini ada konser musik lagi di Kota Bekasi ‘Soundsfest’. Harusnya kan jadi evaluasi kemarin, syarat ketentuan dari perizinannya dan kemudian dilihat tinjau kapasitasnya. Tentu, kita berharap Polda Metro Jaya tak berikan izin sementara waktu ini,” katanya Raden Mardiana, Sabtu (5/11/2022).

Sementara itu, Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) yang dikutip dari Chatnews.id menyebut ada efek domino karena kasus Berdendang Bergoyang, yang membuat konser-konser di Indonesia di sisa tahun ini terancam dibatalkan.

“Kita masih memantau kebijakan ke depannya. Bayangkan kalau Soundrenalin, Head In The Clouds (HITC), dan Djakarta Warehouse Party (DWP) tidak boleh dilaksanakan. Itu kerugiaan yang sangat besar untuk kita,” kata Emil Mahyudin, Sekretaris Jenderal APMI dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Selain tiga festival tersebut di atas, masih ada nasib acara-acara musik lain yang belum jelas. Yang terbaru, konser solo Dewa 19  yang seharusnya digelar pada pertengahan November ini harus diundur ke tahun depan karena belum mendapat izin dari kepolisian.

“Event-event yang terdampak, kemarin kita dengar Dewa di JIS diundur ke Februari 2023. Event di Bekasi, Soundfest lagi agak bermasalah izinnya, imbas kasus kemarin,” lanjut Emil.

Kemudian, Polres Metro Kota Bekasi memutuskan konser musik di Kota Bekasi, tak akan mengizinkan penyelenggaraan festival musik berkala besar di area terbuka.

Keputusan ini disampaikan oleh Kepala Polres Metro Kota Bekasi Kombes (Pol) Hengki berkaca dari kasus festival musik “Berdendang Bergoyang” di Istora Senayan, Jakarta, yang terpaksa dihentikan karena alasan mementingkan keselamatan nyawa penonton.

“Ya, itu (berkaca di Istora). Karena diketahui, (penyelenggara) menjual tiket penonton sekian ribu, ternyata yang hadir melebihi kapasitas,” ucap Hengki saat ditemui awak media di Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (1/11/2022).

Laporan: Bagus

Editor: Wilujeng Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup