Menu

Mode Gelap

Bekasi · 16 Sep 2022 22:06 WIB ·

Restorative Justice, Kejari Bekasi: Mampu menambah Kepercayaan Publik


					Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Perbesar

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

BEKASI, Terkenal – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menghentikan proses penuntutan terhadap kasus tindak pidana penadah barang curian melalui keadilan restoratif.

“Upaya hukum dengan mengedepankan RJ (Restorative Justice) diharapkan mampu menambah kepercayaan publik bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah tumpul ke atas namun semua masyarakat dapat merasakan keadilan secara nyata,” kata Kajari Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas di Cikarang, Jumat.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan terhadap perkara dimaksud yang dibacakan sekaligus diserahkan di Rumah Restorative Justice Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Dia mengatakan surat ketetapan tersebut dibuat setelah pihaknya melakukan ekspos kasus itu bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum pada 8 September 2022 lalu.

Penghentian penanganan perkara ini bertujuan menciptakan keadilan bagi seluruh pihak serta menjamin kepastian hukum, sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Tersangka Asi terlibat tindak pidana melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP yakni melakukan perbuatan-perbuatan tertentu yang di antaranya adalah menjual dan membeli terhadap barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana, dikategorikan sebagai kejahatan penadahan.

Konstruksi kasus ini berawal saat tersangka pada Rabu (1/6/2022) pukul 17.00 WIB sedang berada di gerai ponsel miliknya D-Vita Cell yang beralamat di Ruko Haji Aman Jalan Pangeran Jayakarta, Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara.

Saat itu tersangka membeli satu unit telepon genggam bermerek Redmi Pro Note 10 warna biru seharga Rp1.350.000 yang diketahui merupakan barang hasil pencurian.

“Barang yang diambil tersangka sudah dikembalikan kepada korban dari Toko Rezeki Ponsel yaitu saksi Purnama Agung Bin (Alm) Haji Mahdi dan telah terdapat kesepakatan perdamaian pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2022 bertempat di ruang tahap II Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ricky mengatakan alasan melakukan upaya hukum melalui skema keadilan restoratif terhadap kasus ini antara lain tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, nilai kerugian di bawah Rp2,5 juta, serta ancaman hukuman pasal ini tidak lebih dari lima tahun. 

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peringati Hari Tani, PMII Jabar: Kembangkan Produk Tani Lewat Digitalisasi

25 September 2022 - 16:46 WIB

WhatsApp Image 2022 09 25 at 15.50.05 1

Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Histeris Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

23 September 2022 - 13:58 WIB

091350400 1663836561 20220922 1524051

Membawa Ganja 150 gram, Juru Parkir Diciduk Polisi di Bekasi

23 September 2022 - 12:47 WIB

WhatsApp Image 2022 09 23 at 12.46.49

Kasus Pungli PTSL di Desa Lambangsari, Kuasa Hukum PH Buka Suara

20 September 2022 - 08:29 WIB

069AFF33 D32E 4D12 B6CE 0079EF7BF7A6

HMI Tanah Laut Gelar Maperca Dihadiri Bupati

19 September 2022 - 15:35 WIB

DADD9761 BB49 40D0 99B4 8E12E6CF6883

Keren! PDIP Kabupaten Bekasi Angkat UMKM dengan Lomba Masak Non Kuliner

18 September 2022 - 19:29 WIB

IMG 20220918 WA0001
Trending di Bekasi