Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 16 Sep 2022 04:27 WIB ·

Cegah Inflasi Pemkab Bekasi Siapkan Anggaran Rp17 M


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

BEKASI, Terkenal – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp17 miliar untuk mencegah inflasi sebagai imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta sejumlah komoditas bahan pokok.

“Kami sudah merancang kebijakan sesuai dengan arahan pusat untuk memanfaatkan anggaran yang dialokasikan bagi masyarakat miskin terdampak kenaikan harga BBM dan bahan pokok,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang, Kamis.

Dia mengatakan alokasi pembiayaan sebesar Rp17 miliar tersebut bersumber dari dua mata anggaran. Pertama, dana transfer umum dari dana alokasi khusus atau dana bagi hasil pemerintah pusat sebesar dua persen.

“Anggaran yang dialokasikan dari transfer umum ini sebesar Rp7 miliar atau dua persen dari dana bagi hasil pemerintah pusat,” katanya.

Sumber pendanaan kedua berasal dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2022 meski tidak dipakai seluruhnya. Hingga pertengahan Bulan September pemerintah daerah memiliki sisa anggaran BTT sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan hingga penghujung tahun 2022.

“Kalau dipakai semua tidak mungkin karena sekarang menghadapi musim penghujan, biasanya ada alokasi anggaran juga untuk penanganan bencana. Kita pakai setengah atau Rp10 miliar, artinya ada Rp17 miliar untuk penanganan inflasi,” katanya.

Pihaknya kini tengah menyiapkan skema penyaluran bantuan termasuk menentukan sasaran penerima bantuan yang semula diprioritaskan bagi para nelayan berupa pemberian voucher solar itu.

“Namun kemarin kami sudah diskusikan di tingkat provinsi ternyata kegiatan yang akan kami lakukan, seperti pemberian voucher BBM jenis solar untuk nelayan, kemudian bagi pengemudi ojek online dan angkutan umum sudah dicover anggaran provinsi,” katanya.

Kemudian bantuan padat karya juga sudah dilakukan pemerintah pusat kepada pekerja dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). “Sudah ada juga dari pusat. Jadi supaya tidak duplikasi, saya dan Pak Sekda akan merancang ulang kira-kira kegiatan apa karena baik sasaran dan objek jangan sampai sama lagi,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pendataan secara lebih detil kepada warga miskin sasaran penerima bantuan ini yang belum masuk ke data penerima manfaat dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan harga-harga komoditas bahan pokok untuk kemudian dilaporkan secara periodik kepada Kementerian Perdagangan serta Kemendagri melalui Inspektorat Daerah.

“Harga bahan pokok di Kabupaten Bekasi belum mengalami kenaikan signifikan, baru sekitar dua persen saja kenaikan jadi tidak atau belum sampai terjadi inflasi, masih jauh itu. Stok bahan pangan di kita juga aman,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan intervensi untuk mengatasi kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai dan telor dengan merencanakan operasi pasar murah di sejumlah titik.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peringati Hari Tani, PMII Jabar: Kembangkan Produk Tani Lewat Digitalisasi

25 September 2022 - 16:46 WIB

WhatsApp Image 2022 09 25 at 15.50.05 1

Membawa Ganja 150 gram, Juru Parkir Diciduk Polisi di Bekasi

23 September 2022 - 12:47 WIB

WhatsApp Image 2022 09 23 at 12.46.49

Kasus Pungli PTSL di Desa Lambangsari, Kuasa Hukum PH Buka Suara

20 September 2022 - 08:29 WIB

069AFF33 D32E 4D12 B6CE 0079EF7BF7A6

HMI Tanah Laut Gelar Maperca Dihadiri Bupati

19 September 2022 - 15:35 WIB

DADD9761 BB49 40D0 99B4 8E12E6CF6883

SEMMI Bekasi Sukses Gelar Raker

18 September 2022 - 00:13 WIB

26D8E817 92A6 4CDC BC5F 3973001EA67B

Restorative Justice, Kejari Bekasi: Mampu menambah Kepercayaan Publik

16 September 2022 - 22:06 WIB

DB13ACFC 7BF4 4FA6 A3A6 DB1353B88CE4
Trending di Bekasi