Menu

Mode Gelap

Bekasi · 14 Sep 2022 23:30 WIB ·

Pemuda Muhammadiyah Bekasi Soroti Kebocoran Data


					Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi Perbesar

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi

BEKASI, Terkenal – Pemuda Muhammadiyah soroti fenomena kebocoran data warga negara Indonesia belakangan ini. Salah satu akun twitter dengan nick name @bjorxanism membuat geger warganet tanah air. Penilaian mereka pun beraneka ragam, ada yang menanggapi secara positif, adapula yang tidak sependapat.

Wakil Ketua 1 Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Imamul Khairi menilai fenomena semacam ini tidak dapat dipungkiri. Ancaman siber acapkali terjadi di beberapa negara. Apa yang dilakukan hacker Bjorka bukan sesuatu yang fatal, ini hanyalah ekspresi sebagai bentuk protes terhadap beberapa hal yang dianggap tidak mampu diselesaikan oleh negara.

“Kami menganggap bahwa ancaman siber ini terjadi sebagai bentuk ekspresi seseorang atas kekecewaan yang mungkin pernah ia alami. Ini biasa di negara demokrasi, mengungkapkan rasa itu kan biasa. Tinggal bagaimana cara yang digunakan, mungkin mbah Bjorka melakukannya dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang-orang pada umumnya,” jelas Imamul Khairi dalam keterangan tertulisnya diterima, Rabu (14/09/2022).

Menurut analisanya, ada celah yang muncul karena hubungan kausalitas.

“Pasti ada sebab maka terjadilah akibat. Mungkin saja transparasi informasi yang selama ini digembor-gemborkan memunculkan api (celah) yang mengakibatkan loss-nya data yang kita miliki,” kata dia.

Lebih jauh, Pengurus KNPI Kabupaten Bekasi ini juga mengungkapkan sudah saatnya menguji efektifitas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang disahkan beberapa hari lalu.

“Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) kan sudah disahkan. Kita lihat sejauh mana efektivitasnya bekerja kala masifnya kebocoran data seperti saat ini. Masyarakat tak perlu panik, kami kira tim khusus yang sudah dibentuk presiden juga harus segera menuntaskan persoalan ini, jangan dibiarkan larut lalu bias tak berbekas,” ujarnya.

Aktivis Pemuda Muhammadiyah yang akrab disapa Akay ini juga mendorong pemerintah agar cepat melakukan perbaikan sistem informasi serta mengevaluasi kebocoran data yang sudah terjadi demi meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat.

“Ancaman Siber ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan, pasti ada hikmahnya. Fenomena ini mengajarkan kita untuk selalu mawas diri dan tetap hati-hati. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi harus dibarengi dengan kemampuan mendeteksi setiap kemungkinan negatif yang akan terjadi. Itu biasa, dan kita sering menyebutnya sebagai resiko dalam perkembangan IPTEK. Namun saat ini pemerintah harus bebenah, fokus juga pada penanganan masalah siber guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem data informasi yang kita miliki,” pungkasnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sang ‘Wanita Emas’ Ditangkap Kasus Dugaan Korupsi, Bagaimana Nasib Partainya di Pemilu 2024?

24 September 2022 - 19:57 WIB

96D009C8 AB76 4058 BE06 51877686F24E

Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Sosok Pimpinan Partai

23 September 2022 - 15:10 WIB

Hasnaeni Ketum Emas1

Keren! PDIP Kabupaten Bekasi Angkat UMKM dengan Lomba Masak Non Kuliner

18 September 2022 - 19:29 WIB

IMG 20220918 WA0001

SEMMI Bekasi Sukses Gelar Raker

18 September 2022 - 00:13 WIB

26D8E817 92A6 4CDC BC5F 3973001EA67B

Piala Soeratin U 13 dan U 15, Bukti Adanya Regenerasi Persepakbolaan di Kabupaten Bekasi

17 September 2022 - 21:57 WIB

IMG 20220917 WA0026

Jurnalis Kabupaten Bekasi gelar laga persahabatan bersama pengurus Askab

17 September 2022 - 21:22 WIB

IMG 20220917 WA0023
Trending di Bekasi