Menu

Mode Gelap

Banten · 14 Sep 2022 23:03 WIB ·

Elemen Buruh dan Mahasiswa di Banten Demo Tolak Kenaikan BBM


					Elemen buruh dan mahasiswa demo di Banten, Perbesar

Elemen buruh dan mahasiswa demo di Banten,

SERANG,  Terkenal – Barisan pekerja dan buruh Banten yang tergabung dalam Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Cilegon, melangsungkan aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan BBM di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Selasa (13/9/2022).

Adapun tuntutan yang dibawakan di samping penolakan kenaikan harga BBM adalah: 1) Tolak Undang-Undang Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020; 2) Naikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 sebesar 13 persen; 3) Naikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2023 sebesar 40 persen.

Barisan massa aksi juga terpantau diramaikan oleh sejumlah aktivis mahasiswa, yang tergabung dalam aliansi Gabungan Mahasiswa Islam (GAMAIS). Adapun organisasi yang tergabung adalah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Banten, Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Banten, Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Banten, dan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Badan Koordinasi Jawa Bagian Barat (Badko Jabagbar).

Ketua PW Hima Persis Banten, Hilal Hizbullah, mengatakan bahwa alasan kenaikan harga BBM pascapandemi tidak dapat diterima.

“Kenaikan BBM subsidi di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat pasca badai Covid-19 tidak dapat diterima dengan alasan apapun. Masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari hantaman badai pandemi yang lamanya hampir tiga tahun melanda, tidaklah mudah,” kata dia.

Sementara itu, Ketua HMI MPO Badko Jabagbar yang meliputi Provinsi Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, Aceng Hakiki, mengatakan bahwa kenaikan BBM akan berdampak serius pada pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

“Naiknya harga BBM bersubsidi akan memberikan dampak buruk secara langsung bagi kemampuan rakyat kelas menengah ke bawah dalam memenuhi kehidupan sehari-hari, dapat dipastikan jika BBM naik maka akan ikut naik harga kebutuhan pokok lainnya di pasar,” ujarnya.

Aceng pun menilai bahwa sekalipun pasokan pasar terpenuhi, dengan adanya kenaikan harga bisa menjadi pemicu turunnya daya beli masyarakat.

“Kalaupun kebutuhan pokok di pasar yang disampaikan Bapak Pj Gubernur Banten tersedia, aman, dan terpenuhi, namun dengan harga yang berbeda dalam artian ikut naik, di sisi lain daya beli masyarakat melemah, masyarakat bisa apa?,” katanya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Peringati Hari Tani, PMII Jabar: Kembangkan Produk Tani Lewat Digitalisasi

25 September 2022 - 16:46 WIB

WhatsApp Image 2022 09 25 at 15.50.05 1

Membawa Ganja 150 gram, Juru Parkir Diciduk Polisi di Bekasi

23 September 2022 - 12:47 WIB

WhatsApp Image 2022 09 23 at 12.46.49

Kasus Pungli PTSL di Desa Lambangsari, Kuasa Hukum PH Buka Suara

20 September 2022 - 08:29 WIB

069AFF33 D32E 4D12 B6CE 0079EF7BF7A6

HMI Tanah Laut Gelar Maperca Dihadiri Bupati

19 September 2022 - 15:35 WIB

DADD9761 BB49 40D0 99B4 8E12E6CF6883

SEMMI Bekasi Sukses Gelar Raker

18 September 2022 - 00:13 WIB

26D8E817 92A6 4CDC BC5F 3973001EA67B

Restorative Justice, Kejari Bekasi: Mampu menambah Kepercayaan Publik

16 September 2022 - 22:06 WIB

DB13ACFC 7BF4 4FA6 A3A6 DB1353B88CE4
Trending di Bekasi