Menu

Mode Gelap

Tokoh & Sejarah · 11 Sep 2022 23:40 WIB ·

Profil Munir Said Thalib Sosok Aktivis yang Pernah Aktif di HMI


					Munir Said Thalib. FOTO: ANTARA Perbesar

Munir Said Thalib. FOTO: ANTARA

Terkenal –  Akun Twitter @bjorkanism ditangguhkan, setelah mempublikasi terkait dugaan kebocoran data di beberapa instansi Indonesia pada Minggu, 11 September 2022.

Sontak, Bjorka ramai diperbincangkan oleh netizen Indonesia setelah mengunggah kronologi tersebut, hingga memuncaki trending topic di Twitter.

Bjorka sebelumnya, mengunggah beberapa dugaan data yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Intelijen Indonesia (BIN). 

Data-data kepolisian, marketplace, hingga Indihome juga sempat dikabarkan mengalami kebocoran oleh Bjorka. Meskipun pihak terkait menyangkal adanya kebocoran tersebut. 

Kemudian, yang terbaru adalah data pembunuhan aktivis KontraS, Munir Said Thalib atau biasa dikenal sebagai Munir. Bjorka menyebut beberapa nama dalam unggahannya itu. 

Mengenal profil Munir Said Thalib merupakan seorang pejuang kemanusiaan, Munir dikenal sebagai orang yang hidupnya dicurahkan untuk memperjuangkan hak asasi manusia (HAM).

Barangkali keadilan adalah satu kata yang paling sensitif bagi sebagian besar orang, khususnya masyarakat Indonesia. Betapa tidak, jika pada orde baru banyak sekali aktivis hak asasi manusia yang memperjuangkan nasib rakyat lewat jalur independen dan cenderung menentang pemerintahan yang berkuasa kala itu harus rela hilang dan tidak kembali atau kembali dalam keadaan tidak bernyawa.

Berhasil digulingkan pada tahun 1998, Indonesia akhirnya ada pada titik yang disebut reformasi. Namun, berganti menjadi reformasi ternyata tidak berarti bagi pejuang hak asasi manusia.

Lihat saja contohnya, pembunuhan di pesawat pada aktivis hak asasi manusia yang dikenal sangat tajam dalam mengkritik pemerintahan, Munir Said Thalib.

Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya.

Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak.

Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak.

Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999).

Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.

Dulunya, semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, ayah dari dua anak ini aktif berorganisasi dan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Latar belakang lain kegilaannya dalam dunia hukum dan hak asasi manusia dipengaruhi oleh perkenalannya dengan sosok demonstran bernama Bambang Sugianto yang acap kali mengajaknya berdebat dan membuatnya terpacu untuk menekuni dunia hukum lebih lanjut.

Ditambah lagi dengan pengaruh buku tentang memperjuangkan nasib buruh yang ia baca, semakin menambah ketertarikannya untuk menekuni dunia perburuhan.

Hingga pada tahun 1996, suami dari Suciwati ini mendirikan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Dari sanalah tindak agresifnya demi kemajuan hak asasi manusia semakin terlihat nyata. Tak hanya Kontras, Munir juga mendirikan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, Imparsial.

Lincah dan berani dalam menentang ketidakadilan pada pemerintahan orde baru membuat Munir tidak disenangi oleh kalangan petinggi sekaligus menjadi target operasional intelejen. Hal inilah diduga banyak orang sebagai latar belakang pembunuhan Munir yang terjadi di pesawat tujuan Belanda.

Berkeinginan untuk melanjutkan studi di Universitas Ultrech, Munir yang sudah banyak diincar oleh orang-orang yang tidak suka dengan perjuangannya ternyata telah direncanakan pembunuhan atasnya.

Saat itu, pesawat baru saja tinggal landas dari bandara Changi Singapura, Munir yang sebelumnya minum jus jeruk tiba-tiba mengeluh sakit perut, menduga jika maagnya kambuh akibat jus jeruk dan meminta obat pada pramugari yang tengah melintas saat itu. Namun, obat yang dikehendaki Munir tidak tersedia saat itu, sehingga Munir hanya bisa menahan sakit dan berulang kali muntaber serta buang air besar.

Hingga perjalanan sampai di India, Munir meminta pramugara untuk memanggilkan dokter Tarmizi yang kebetulan sempat berkenalan saat transit di Singapura.

Banyak cara yang dilakukan dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular tersebut untuk membantu Munir, diantaranya dengan memberikan obat sakit perut New Diatabs serta obat mual dan perih kembung Zantacts dan Promag yang dibawa Tarmizi sendiri karena pihak pesawat tidak menyediakan obat saat itu.

Tak berlangsung lama, Tarmizi kemudian menyuntikkan obat antimual dan muntah, Primperam, yang berhasil membuat Munir tertidur selama 2-3 jam.

Namun, lagi-lagi saat itu Munir mengeluh perutnya kembali sakit dan ia memutuskan untuk pergi ke toilet. Karena sakit perutnya tak kunjung reda, akhirnya Tarmizi menyuntikkan Diazepam, obat penenang, pada bahu kanan Munir. Tak bereaksi banyak, Munir masih merasakan sakit pada perutnya.

Hingga akhirnya dalam rentang waktu Munir beristirahat sebelum 2 jam pesawat mendarat di Bandara Schipol, purser yang menjaga Munir menemukan Munir tertidur dalam posisi miring dengan air liur tak berbusa.

Mendapati pergelangan tangan yang membiru, purser segera memanggil Tarmizi untuk mengecek lebih lanjut. Dan, benar saja, Munir dinyatakan telah meninggal empat puluh ribu kaki di atas tanah Rumania.

Pada 12 November 2004, polisi Belanda yang telah melakukan otopsi mengeluarkan berita mengejutkan yakni ditemukan senyawa arsenik pada tubuh Munir yang diduga diberikan pada jus jeruk yang diminum.

Selang satu tahun, kasus pembunuhan Munir masih tak terungkap. Sejauh itu, hanya Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda, yang dijatuhi hukuman penjara 14 tahun atas keterkaitannya terhadap pembunuhan Munir.

Menyusul temuan percakapan antara Polly dan Muchdi Purwopranjono, mantan petinggi BIN dan militer. Muchdi diadili, namun, saat itu hakim memberikan vonis bebas atasnya yang berbalik pada penangkapan hakim yang mengadili Muchdi.

Hingga kini, delapan tahun berselang, masih saja kasus pembunuhan Munir tak kunjung terkuak. Jelas, sengaja ditutupi oleh pihak-pihak yang menyelamatkan diri dari keterkaitan pada kasus tersebut. Begitulah, keadilan di Indonesia. Disingkirkan karena benar.

Berkat upaya dan jasanya yang telah membantu memperjuangkan HAM, Munir yang sebelumnya banyak mendapatkan penghargaan, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Kini, Munir dimakamkan di Pemakaman Umum Kota Batu.

Pendidikan

  • Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Karir

  • Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia Imparsial
  • Ketua Dewan Pengurus KONTRAS (2001)
  • Koordinator Badan Pekerja KONTRAS (16 April 1998-2001)
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI (1998)
  • Wakil Ketua Bidang Operasional YLBHI (1997)
  • Sekretaris Bidang Operasional YLBHI (1996)
  • – Direktur LBH Semarang (1996)
  • – Kepala Bidang Operasional LBH Surabaya (1993-1995)
  • Koordinator Divisi Pembunuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya (1992-1993)
  • Ketua LBH Surabaya Pos Malang
  • Relawan LBH Surabaya (1989)

Penghargaan

  • Right Livelihood Award 2000, Penghargaan pengabdian bidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer (Swedia, 8 Desember 2000)
  • Mandanjeet Singh Prize, UNESCO, untuk kiprahnya mempromosikan Toleransi dan Anti-Kekerasan (2000)
  • Salah satu Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru (Majalah Asiaweek, Oktober 1999)
  • Man of The Year versi majalah Ummat (1998).
  • Suardi Tasrif Awards, dari Aliansi Jurnalis Independen, (1998) atas nama Kontras
  • Serdadu Awards, dari Organisasi Seniman dan Pengamen Jalanan Jakarta (1998)
  • Yap Thiam Hien Award (1998)
  • Satu dari seratus tokoh Indonesia abad XX, majalah Forum Keadilan

Sumber: berbagai sumber

Editor: Ardi Priana

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Profil Mulan Jameela yang Kini Disorot Publik

24 September 2022 - 06:00 WIB

4428E6E9 AA30 497B 85BE C13A30A28918

Profil Hasnaeni Moein si Wanita Emas Pernah Bintangi Jin dan Jun

23 September 2022 - 14:34 WIB

20160325 hasnaeni moein 20160325 2017071

Profil Audrey Vannessa Terpilih Jadi Miss Indonesia 2022

19 September 2022 - 08:12 WIB

D654EBEA F4C1 463E AF8B DB295A068815

Profil Friska Sondang Utami GM Hotel Harper Cikarang

16 September 2022 - 13:50 WIB

187F411C 487F 4877 B286 89BC74FF66BA

FOTO: GM Hotel Harper Cikarang Pernah Raih Predikat ‘Revenue Leader’

14 September 2022 - 19:23 WIB

WhatsApp Image 2022 09 14 at 19.20.32

Sering Jadi Sorotan Publik Ini Profil AKP Rita Yuliana

3 September 2022 - 03:58 WIB

4399A93F 14F9 4A96 9ABB 692E3D14FDFA
Trending di Tokoh & Sejarah