Profil dr Claudia, Dokter Skincare Profesional di Mutiara Aesthetic Clinic

dr Claudia, dokter skincare atau kesehatan kulit wajah yang bekerja di Mutiara Aesthetic Clinic. FOTO: Kuncoro WR/terkenal.co.id

BEKASI – Dalam memilih klinik kecantikan atau skincare, Anda tentu harus memperhatikan tenaga kesehatan yang bertugas. Memang ada beberapa tindakan yang dikerjakan terapis kecantikan. Hanya saja, terapis biasanya hanya melakukan tugasnya berdasarkan arahan dokter kulit.

Diwilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Meikarta Distric 1 tentu ada klinik khusus kecantikan untuk skincare di Mutiara Aesthetic Clinic. Klinik tersebut memiliki tenaga kesehatan yang profesional oleh dokternya yaitu dr Claudia, Dan tak usah diragukan lagi dirinya banyak pengalaman dalam karirnya.

5E49313D C721 4733 A444 80506FBB529A
dr Claudia sedang bersama pasien, Ia setelah sukses meluncurkan inovasi perawatan laser blackpink tahun lalu, Kini klinik Mutiara kembali mengeluarkan inovasi terbarunya dengan laser whitening glow yang dipadukan dengan treatment salmon dna+. FOTO: Kuncoro WR/terkenal.co.id

Berikut Profil dr. Claudia yang bekerja di Mutiara Aesthetic Clinic:

Profil dr Claudia

<

dr Claudia Ia merupakan seorang dokter sekaligus penanggung jawab Mutiara Aesthetic Clinic yang bergerak di bidang kecantikan, wajah kulit, dan gigi di Cikarang Meikarta.

Diketahui dr Claudia merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia tahun 2006-2010 dan berporesi dokter 2010-2012.

Dirinya pernah berkarir di Intership Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Dokter Intership (2013-2014), Rumah Sakit Harapan Keluarga Asistan Manager Penunjang Medis (2014-2015), London Beauty Centre Dokter Konsultan (2015-2021), Mutiara Aesthetic Clinic Dokter Konsultan (2021- 2022).

Dokter Claudia menceritakan tentang pasiennya yang membeli produk cream abal-abal, Dirinya mengatakan hal itu tidak untuk disarankan menurutnya akan merusak skin barrier.

“Banyak sekali pasien datang ke saya dalam kondisi wajah sudah terkontaminasi dengan cream abal-abal. Cream tersebut dapat merusak skin barrier kita. Kalo sudah rusak, untuk memperbaiki nya butuh waktu yang panjang dan lama,” kata dr Claudia saat ditemui di Mutiara Aesthetic Clinic, Meikarta Distrik 1, Cikarang.

Lebih menarik terkait cream abal-abal, dr Claudia menyarankan agar pasien untuk mencintai lebih mencintai kulit tak usah memaksakan kehendak untuk kulit putih.

“Meskipun pasien tau itu cream abal-abal tapi tetap saja dipakai karena ingin putih kulitnya. Pesan saya sebagai dokter skincare cintailah warna kulit kita apa adanya, yang terpenting adalah kulit wajah sehat dan glowing bukan putih,” ujarnya.

Laporan: Risa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup