Pedagang Cikarang Minta Stop Pj Bupati Bekasi Wacana Merelokasi Pasar

Pedagang Pasar Cikarang. Foto/istimewa.

BEKASI – Pedagang pasar baru Cikarang menolak relokasi yang dicanangkan oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, penolakan itu setelah kehadiran Dani Ramdan datangi ke Grand Cikarang City (GCC) sebagai tempat relokasi yang belum lama ini.

“Ya, memang setelah kami survey atau kami cek ke sini. Kami optimis ini tempatnya strategis untuk para pedagang oleh karna itu dibutuhkan sosialisasi kepada para pedagang dan ini bisa menjadi tempat, sementara bergeser para pedagang pasar Cikarang,”ungkap Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Pada Rabu lalu, (24/08/22).

Melihat kabar itu, Pedagang Pasar Cikaranv juga menggelar dialog bersama anggota Komisi VI DPR-RI Rieke Diah Pitaloka dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman guna menyerap aspirasi pedagang yang dalam jangka waktu dekat ingin di pindahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi (29/8/2022).

Menindaklanjuti kegiatan dialog  tersebut perwakilan pedagang yang mengatasnamakan (FKP2B) Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Cikarang datangi PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan di ruang kerjanya yang juga di temani oleh Rieke Diah Pitaloka sebagai anggota komisi VI dan Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Soleman.

Dalam pertemuannya PJ Bupati Bekasi menjelaskan kepada FKP2B pemindahan atau relokasi yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi berdasarkan keselamatan pengunjung dan pedagang melihat bangunan pasar terlihat rapuh dan ingin mengelola pasar agar nyaman di lihat.

Menanggapi hal tersebut Yuli Sri Mulyati Ketua Umum FKP2B dengan tegas menjabarkan secara historis pasar dan perjalanan FKP2B dalam menolak pasar yang sebelumnya menggunakan system (BOT) Build Operate and Transfer.

“Jadi memang sebelumnya FKP2B  menolak pembangunan pasar yang dilakukan dengan system BOT atau dengan dana swasta yang di lakukan pemerintahan Bu Neneng HY, Hal tersebut justru dikabulkan oleh pemerintah dengan melakukan pemutusan kontrak, dan perlu diingat dalam tuntutan kami pada aksi 6 tahun lalu satu di antaranya pemerintah harus mampu membangun pasar dengan anggaran APBD/APBN dan ini yang belum terealisasi, padahal sudah dapat sinyal dari anggota DPR-RI ibu Rike membangun pasar dengan APBN, pada prinsipnya dalam dialog kami menegaskan menolak relokasi pedagang ke GCC  dengan berbagai alasan,” kata Yuli Ketua Umum FKP2B dalam siaran pers.

Sementara itu, menyinggung pernyataan PJ Bupati Bekasi dalam dialognya bahwa relokasi pedagang ke GCC, Pedagang dapat berdagang gratis dalam jangka waktu satu tahun, hal tersebut mendapattanggapan serius dari anak pedagang Nugi Trinanda.

“Kemadin Pak PJ Bupati Dani Ramdan dalam dialog kami bersama menjelaskan pemindahan pedagang ke lokasi perumahan GCC, pedagang bisa berdagang gratis selama satu tahun hal itu di ungkapkan oleh PJ Bupati yang sama-sama kita dengar, artinya secara logika dengan pernyataan satu tahun gratis di GCC itu tahun kedua kemungkinan pedagang harus mengeluaran biaya tempat untuk dagangannya,” kata Nugi anak seorang pedagang Cikarang (4/9/2022).

Selain itu, Nugi menjelaskan dengan kebijakan yang cukup lama bagi nasib para pedagang, nugi menyinggung masa jabatan yang kini di emban oleh PJ Bupati Kabupaten Bekasi.

“Pak PJ mengakui jabatannya sampai bulan Mei tahun 2023. Apa bila tidak di perpanjang oleh Kemendagri, Itu artinya jika benar PJ Bupati Kabupaten Bekasi menjabat hanya sampai bulan Mei 2023, PJ akan meninggalkan permasalaahan yang lebih serius bagi para pedagang,” ujar dia.

Masih dikatakan Nugi, sedangkan pemindahan pedagang ke GCC ini belum ada rencana pasar cikarang ingin di bangun dengan skema seperti apa.

“Karena pak PJ mengakui bahwa soal pasar cikarang sedang keterdapatan kasus hukum dengan pemenang tender sebelumnya, jadi pak PJ dengan taklinenya Berani saya meminta pak PJ jangan ceroboh dalam mengambil kebijakan, selain itu kami menuntut DPRD Kabupaten Bekasi membentuk Pansus soal pasar,” pungkas Nugi.

Laporan: Rafi

Editor: Wilujeng Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup