Nail Art Sedang Menjamur di Setiap Daerah

Suasana layanan nail art di sebuah rumah kecantikan di Kudus Kota. FOTO: JAWA POS RADAR KUDUS

RTREN nail art sedang menjamur di beberapa daerah. Termasuk Pati, Jepara, Kudus, dan sekitarnya. Dengan nail art, kuku bisa menjadi lebih nyeni dan menarik dipandang.

Sesuai dengan namanya, nail art. Pasti mengingatkan kita dengan menicure pedicure -perawatan kecantikan kuku di salon. Kuku-kuku itu dicat. Namun, tidak sekAdar dicat. Kuku itu juga dilukis, agar tampak indah. Ada juga yang ditambahkan aksesori kecil. Ada kuku yang dibuat lebih panjang (ekstension).

Desain yang ditawarkan pun beragam. Ada yang model yinyang, karakter kartun, hingga warna-warna nudeyang dibalur dengan glitter.

Wulan, pelaku usaha nail art di Pati dan Kudus Kota mengatakan, tren ini berlangsung sekitar dua bulan lalu. Nail art juga disebut 2D, karena bentuknya bisa dua dimensi.

Kata Wulan, gaya yang sedang diincar banyak remaja dan perempuan muda ini, gaya Amerika. Kuku dilukis dengan model yang lebih berani dan variatif. Mirip dengan konsep ”cewek mamba”. Penampakannya lebih soft dan glamour.

Meski gaya Amerika diminati, ia mengaku masih ada nail art gaya Korea dan Jepang yang kerap dipesan customer-nya. ”Korea lebih girly. Kalau Jepang dominan warna putih dan pink. Jepang mirip konsep cewek kue,” ujar pemilik akun @nailsbywulan itu.

Untuk mendapatkan perawatan nail art ini, pihaknya mematok harga Rp 60 ribu untuk dua tangan. Harga tersebut sudah termasuk vitamin kuku dan customerbisa memilih desain dan warna.

Wulan sendiri telah membuka dua cabang toko. Di Pati dan Kudus. Peminatnya datang dari berbagai daerah. Seperti Jogjakarta, Semarang, dan Demak.

Peminatnya juga berasal dari berbagai identitas dan latar belakang. ”Cowok juga ada yang datang. Namun, mayoritas yang datang perempuan muda remaja. Ibu-ibu usia 30-40-an tahun juga ada,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan nail art yang rapi, pengunjung harus bersabar. Sebab, pembuatannya bisa memakan waktu hingga dua jam. ”Kalau sama nail art kaki, nanti bisa ditangani staf yang lain. Tapi rata-rat dua jam, sudah pakai vitamin kuku juga,” kata Wulan.

Ia mengatakan. proses nail art ini tidak jauh berbeda dengan saat menicure pedicure. Yang pasti, kuku dibersihkan terlebih dahulu. Lalu diberi vitamin, baru dipoles dengan cat.

Untuk bahan kutek, pihaknya menggunakan cat dengan bahan halal. Tidak menembus pori-pori. ”Untuk yang salat nanti dibersihkan dulu, apalagi kalau ada aksesori tambahan di kuku,” katanya.

Meski begitu, ia mengatakan nail art ini tidak mudah hilang oleh air. Membersihkannya juga dengan teknik khusus. Jadi, bisa awet 2-4 minggu. (RADARKUDUS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup