Pemerintah Pakistan Umumkan Keadaan Darurat Bencana Nasional

Seorang pria melihat rumahnya yang dilanda banjir di Jaffarabad, sebuah distrik di provinsi Baluchistan barat daya Pakistan, Kamis, 25 Agustus 2022. Foto: AP/Zahid Hussain

Pemerintah Pakistan mengumumkan keadaan darurat bencana nasional setelah korban tewas akibat hujan lebat dan banjir telah mencapai 937 jiwa dan 1.343 lainnya terluka.

Keputusan pemberlakuan keadaan darurat nasional diambil setelah pemerintah melakukan pertemuan selama tiga jam pada Kamis malam, 25 Agustus 2022.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) mencatat, dari jumlah korban jiwa, sebanyak 343 di antaranya merupakan anak-anak dan 198 perempuan.

Banjir juga merusak 670.328 rumah, menghancurkan 122 toko, merusak 145 jembatan, dan merusak jalan sepanjang 3.082 kilometer.

Selama 24 jam terakhir, sedikitnya 34 orang dilaporkan tewas serta 50 lainnya luka-luka.

Pemerintah berwenang mengatakan banjir telah memengaruhi lebih dari 30 juta orang di seluruh negeri. Ini menjadi hujan paling parah sejak 30 tahun terakhir.

Dengan deklarasi keadaan darurat, pemerintah mengerahkan tentara untuk membantu operasi bantuan dan penyelamatan.

“Sekarang air tinggi bukan hanya di kedua sisi Sungai Indus. Hujan yang turun dalam 7 hingga 8 siklus memicu fenomena banjir bandang baru,” ujar Menteri Iklim Sherry Rehman, seperti dikutip dari RMOL, Sabtu 27 Agustus 2022.

Di samping itu, pemerintah Pakistan juga gencar mencari bantuan internasional, termasuk mengadakan konferensi darurat utusan asing yang berbasis di Islamabad.

Sejauh ini Inggris telah menggelontorkan 500 juta dolar AS atau Rp 7 triliun untuk korban banjir di Pakistan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup