Banjir Parah Menerjang Pakistan, WNI Tidak ada Korban Jiwa

waktu baca 2 menit
Foto: Orang-orang berjalan melewati banjir saat air banjir masuk ke rumah-rumah dan merusak tanaman yang berdiri di Dagai Mukram Khan, Peshawar, Pakistan, Jumat (26/8/2022). Pemerintah Pakistan mengumumkan keadaan darurat untuk menangani banjir musim hujan yang berdampak terhadap lebih dari empat juta warga yang mengakibatkan 34 orang tewas di negara itu. (Photo by Hussain Ali/Anadolu Agency via Getty Images)

Banjir parah menerjang Pakistan dan menelan seribu lebih korban jiwa. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membeberkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Pakistan saat banjir parah menerjang negara Asia Selatan ini.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengaku telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Islamabad, Konsul Jenderal RI (KJRI) Karachi dan otoritas Pakistan.

“Tidak terdapat WNI yang menjadi korban bencana banjir tersebut,” kata Judha dikutip CNNIndonesia.com, Senin, 29 Agustus 2022.

Sejauh ini kata Judha, WNI yang berada di Pakistan berjumlah 1.267 jiwa. Mayoritas tinggal di Islamabad, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat, dan Peshwar.

script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-7087156125112803" crossorigin="anonymous">

Selain itu, kata dia KBRI dan KJRI telah menyampaikan imbauan kepada para WNI agar selalu tanggap dan waspada. WNI juga pun diminta untuk terus memantau informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) dan Badan Meteorologi Pakistan (PMD).

Lebih lanjut Judha juga mengimbau agar WNI menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana, dan menghubungi otoritas setempat serta perwakilan RI jika terjadi situasi darurat.

Sebelumnya diberitakan Pakistan diterjang banjir imbas hujan lebat dengan curah yang tinggi dan gletser yang mencair. Akibatnya 1.033 orang meninggal, lebih dari dua juta hektar tanaman budidaya musnah, 3.451 kilometer (2.150 mil) jalan hancur, dan 149 jembatan hanyut. Selain itu, banjir tahun ini berdampak kepada lebih dari 33 juta orang, dan sekitar satu juta rumah hancur.

Pemerintah mengerahkan helikopter untuk membantu mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Mereka juga menetapkan status darurat nasional imbas banjir ini.***

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Advertisement
Advertisement
%d