GMNI Desak Pj Bupati Bekasi Evaluasi Pejabat Dinas SDABMBK

GMNI Kabupaten Bekasi Demo di Komplek Pemerintah Daerah Bekasi.

BEKASI – Kinerja buruk yang dilakukan pejabat Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang (Kabid), membuat pembangunan di Kabupaten Bekasi lebih terlambat dari daerah lain.

Pasalnya, selain diduga “meloloskan” beberapa perusahaan yang bermasalah untuk penyerapan anggaran, pejabat di Dinas SDABMBK, justru dalam pengelolaan anggaran kurang maksimal atau terkesan bermalas-malasan bekerja.

Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi, Yogi Trinanda mendesak Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan harus bersikap untuk membereskan “mental” kerja yang dimiliki pejabat di Dinas SDABMBK.

“Sampah yang masih banyak di sungai dan jalan-jalan yang masih banyak rusak dan diperbaiki hanya menghabiskan anggaran atau uangnya dibuat mubazir,” ujar Yogi.

Yogi mengkritisi kinerja pejabat Dinas SDABMBK, lantaran anggaran untuk membersihkan sampah di sungai atau kali saja mencapai puluhan miliar. Namun, beberapa waktu lalu justru sampah di buang ke laut.

“Sampah yang harusnya diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), justru pejabat Dinas SDABMBK malah terlihat santai, alias kurang peduli,” ucapnya.

“Masyarakat bisa menilai kinerja pejabat Kabupaten Bekasi, namun disini kita butuh ketegasan Pj Bupati Bekasi yang sangat serius membangun Kabupaten Bekasi,” tambah dia.

Kader GMNI, masih kata Yogi, dalam waktu dekat akan menggelar aksi demo ke Pemkab Bekasi, untuk mengusut tuntas persoalan sampah yang dibuang ke laut dan diacuhkan oleh pejabat Dinas SDABMBK.

“Kita akan ada aksi lanjutan soal sampah yang dibuang ke laut. Karena ini bentuk kejahatan internasional. Sehingga, Pemkab Bekasi juga harus bertanggungjawab atas hal ini,” tegasnya.

Dikutip dari Cikarang Ekspres,Diberitakan sebelumnya, Penjabat (PJ) Bupati Bekasi, Dani Ramdan tampaknya tak main-main dengan program kerjanya untuk memajukan Kabupaten Bekasi, dari berbagai aspek. Namun, kerja kerasnya seakan kurang didukung oleh Kepala Dinas dan Kabid Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

Dani Ramdan yang langsung turun tangan atas keluhan dan persoalan adanya tiang listrik di tengah badan jalan di Jalan Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat, menjadi momok buruk bagi pemerintah daerah tersebut, tidak ada batang hidung Kepala Dinas dan Kabid.

“Ya jalan ini memang program kita sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memperbaiki kondisi jalan dan kelancaran lalulintas,” kata Dani Ramdan, saat di lokasi pada Senin (8/8/2022).

Disinggung mengenai kesalahan terkait adanya persoalan tiang listrik tersebut, Dani Ramdan mengakui adanya kurangnya koordinasi antara para pihak terkait seperti Pemkab Bekasi, PLN dan BUMN yang panjangnya mekanisme untuk pergeseran tiang listrik atau tiang kabel.

“Kita sudah teken kontrak dan kontraktor harus memenuhin schedule (jadwal) yang ditetapkan. Walaupun waktunya tidak ideal, harusnya kan tiang listriknya digeser dulu baru dicor,” jelasnya. (Rls)

Pria berkacamata tersebut berharap tidak adanya dugaan main mata antara Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, dengan pihak kontraktor dalam hal ini yang dimenangkan adalah PT. Duta Pribumi Perkasa, yang memiliki daftar hitam di kabupaten-kabupaten lain.

“Saya belum dengar soal (pemenang tender terkena blacklist, red) itu. Nanti dinasnya akan kita panggil,” tegasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup