Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup dan Kesehatan · 29 Jun 2022 05:45 WIB ·

Psikolog Sebut Pendidikan Seksualitas Anak Harus Dimulai Usia Dini


					FOTO: Orami.co.id Perbesar

FOTO: Orami.co.id

Psikolog keluarga dan anak dari Lembaga Psikolog Terapan UI (LPTUI) Anna Surti Ariani membagikan kiat- kiat praktis untuk memberikan edukasi sedini mungkin pada buah hati sehingga potensi terjadinya pelecehan seksual bisa dihindari.

“Pendidikan seksualitas pada anak memang harus dimulai dari usia dini. Dimulai dari usia 0-2 tahun. Kita sebagai orang tua harus menyampaikan dengan benar anggota- anggota tubuh anak sesuai dengan nama aslinya dan tidak memakai nama- nama kiasan,” kata Anna dalam acara daring, Selasa.

Dengan memberitahu nama asli dari anggota tubuh, anak nantinya dapat dengan mudah memberikan laporan kepada orang tua jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Setelah memasuki usia di atas dua tahun, ajarkan anak untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri dimulai dari hal sederhana membiasakan anak mengganti baju di tempat yang tertutup.

“Ini sering terjadi nih di tempat liburan, misalnya lagi di pantai terus mau mandi. Anaknya disuruh buka baju di tempat umum, terus akhirnya dilihat semua orang saat mandi. Ini bisa membuat anak tidak biasa untuk menghargai tubuhnya. Jadi ajari anak untuk menghargai tubuhnya dan salah satu caranya membiasakan diri ganti baju di tempat tertutup,” ujar wanita yang juga Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jakarta itu.

Selain itu, anak juga wajib diajarkan mengenai pemahaman sentuhan yang baik dan buruk. Berikan pemahaman kepada anak bahwa hanya orang tua atau pengasuh yang boleh memegang atau menyentuhnya itu pun hanya dalam kondisi pengasuh sedang meladeni anak.

“Ajarkan anak juga untuk berani memberitahukan hal- hal yang tidak nyaman kepada orang tuanya. Orang tua pun harus membiasakan diri menerima laporan anaknya dan harus bisa menyamankan bagi anaknya,” katanya.

Untuk membiasakan edukasi dan komunikasi terkait seksualitas, orang tua bisa menggunakan metode “Role Play” atau bermain peran sehingga anak mengerti dengan lebih mudah mengambil keputusan jika ada kondisi- kondisi yang tidak menguntungkan.

Misalnya orang tua bisa mengajak anak berperan jika tiba- tiba ada orang asing di tempat umum yang memegang badan anak maka anak harus melaporkan ke orang tua atau segera mencari pertolongan ke orang lain.

Dengan demikian, anak bisa lebih memiliki proteksi diri dan mempunyai bekal untuk terhindar dari pelecehan seksual. (ANTARA)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Editorial Staff

Baca Lainnya

5 Manfaat menggunakan Jasa Pembuatan Seragam Berkualitas

25 Maret 2023 - 13:13 WIB

WhatsApp Image 2023 03 23 at 00.12.42

Akibat Terlalu Sering Onani Bisa Kehilangan Gairah Terhadap Pasangan

17 Maret 2023 - 01:59 WIB

onani

Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa? Simak Penjelasannya

14 Maret 2023 - 05:11 WIB

menjaga kesehatan ibu hamil dan janin semakin mudah dengan cara cara ini 1572341716

Waktu Tidur Ideal Bagi Anak? Yuk! Simak

6 Maret 2023 - 02:58 WIB

ilustrasi anak tidur 169

Dinkes Bekasi Sebut Kenzi Dirujuk ke Rumah Sakit

23 Februari 2023 - 03:02 WIB

WhatsApp Image 2023 02 22 at 00.33.11

Hubungan Red Flag Harus Kamu Waspadai

20 Februari 2023 - 17:41 WIB

028309400 1610270184 man woman are sitting table talking quarreling with each other real quarrel household issues 163305 6571
Trending di Gaya Hidup dan Kesehatan