Smart City di Bekasi, Wakil Rektor President Universtiy Beri Masukan

Dr. Josep Ginting, S.E., M.M., Vice Rector for Business Development President University. FOTO: Iky.

BEKASI – Pemerintah Daerah Bekasi (Pemda Bekasi) menggelar Bimtek Smart City di Hotel Nuanza Cikarang, acara tersebut turut mengundang akademisi dari Universitas yang ada di Kabupaten Bekasi. Salah satunya Wakil Rektor Prisedent University Dr. Josep Ginting, S.E., M.M. untuk memberikan masukan-masukan.

“Harusnya dari dulu seperti ini, jadi pemda itu harus sudah berpikir ke arah smart city. Apalagi disini kan kawasan industri, beda hal dilain tempat kasihan kan masyarakat di luar kawasan industri itu jika tidak sampai kesana, dari sisi semua aspek-aspek termasuk kesehatan, termasuk sosial, pendapatan, itu jomplang kan? jadi pemda Kabupaten Bekasi ini sekarang sudah berpikir bagaimana smart city secara keseluruhan kabupaten sehingga kemakmuran itu kesejahteraan itu merata,” kata Joseph Ginting, Wakil Rektor President University, Senin (06/06/2022).

Dia memberikan masukan, kata Joseph Ginting, menjelaskan tentang akademik health system, sistem kesehatan akademik.

“Tetapi kita mengatur keseluruhan sistem agar masyarakat tuh sehat. Artinya semua kesehatan di kawasan industri diatur, sehat, kemudian itu akan berdampak kepada lingkungan, menjadi sehat. Jadi kalau karyawan-karyawan tuh tidak terkena penyakit di akibat limbah kimia, Teknologi, laser. Tentunya itu akan satu tingkat stres karyawan itu sendiri jika terdampak,” katanya.

<

Masukan kedua, perlu ada dibuat aturan-aturan kembali terkait kepada etika transportasi. Dia menilai masih dalam kondisi semrawut.

“Yang kedua perlu di buat aturan-aturan lagi, menyangkut kepada etika bertransportasi. Ya kan di Bekasi Semrawut pak. Walaupun itu tadi mungkin impact dari stres. perlu mereka sosialisasikan, peraturan mungkin mereka sudah punya. Tetapi untuk etika dari kaum orang-orang tua ataupun di sekolah-sekolah, ataupun di rumah-rumah ibadah jadi itu perlu,” ujar dia.

Masukan yang ketiga adalah perlunya aplikasi atau penerapan IT dan sistem misalnya kesehatan.

“Kan kalau misalnya contoh ada orang sedang sakit di 1 desa dia dapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi. Nah Ini belum terintegrasi misalnya ada lagi di desa yang lain yang sakit sehingg Rumah Sakit Bekasi ternyata dia bilang penuh. Jadi kecepatan bandwidth IT itu diperlukan sehingga bisa di-ranking. Bisa sistematis gitu ya pak ya maksudnya,” ungkapnya.

Wakil Rektor President University ini mudah mudahan semua pihak diperhatikan, bukan pemerintah saja tetapi masyarakat secara keseluruhan memperhatikan hal ini.

“Sehingga lebih aktiflah untuk mereport ini ke Pemda, Ya jadi apa namanya supaya tidak ada kecomplangan lagi. kesejahteraan antara masyarakat di dalam industri ini terjamin, kalau misalnya di luar industri belum Borindustri kan belum tentu. Tentu, itu juga harus dikhususkan ya asuransi kesehatanya,” tutupnya.

Reporter: Iky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup