Gereja mengadakan misa Natal di tengah kengerian perang Israel di Gaza | Berita konflik Israel-Palestina

[ad_1]

Puluhan jamaah berkumpul di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza ketika Kardinal Pierbattista Pizzaballa dan pendeta lainnya merayakan misa. Pohon Natal yang berkelap-kelip dihiasi ornamen emas.

“Saya ingin… memberi tahu Anda, bahwa seluruh dunia, tidak hanya dunia Kristen, seluruh dunia bersama Anda. Jadi perang akan berakhir dan kita akan membangun kembali,” kata kardinal tersebut, sambil mendesak masyarakat di Gaza untuk tidak pernah merasa takut.

Kunjungannya terjadi ketika Paus Fransiskus kembali mengkritik tindakan Israel di Gaza. Dia mengatakan pada hari Sabtu bahwa utusannya tidak dapat memasuki wilayah tersebut karena pemboman Israel.

“Kemarin anak-anak dibom. Ini kekejaman, ini bukan perang,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya. Pada hari Minggu, dia menyerukan gencatan senjata.

Paus baru-baru ini menyerukan penyelidikan untuk menentukan apakah tindakan Israel di Gaza merupakan genosida, sebuah kesimpulan yang dicapai oleh Amnesty International dan Human Rights Watch. Mahkamah Internasional sedang menyelidiki tuduhan genosida yang diajukan terhadap Israel oleh Afrika Selatan.

Israel menolak tuduhan tersebut. Dikatakan bahwa mereka hanya berperang melawan Hamas, namun para aktivis mengatakan mayoritas dari lebih dari 45.000 orang yang terbunuh adalah warga sipil.

Sejak tahun 2013, Vatikan telah mengakui Negara Palestina, yang menjalin hubungan diplomatik dengannya, dan mendukung solusi dua negara.

[ad_2]
Sumber: aljazeera.com

Tutup