Harga Bahan Pokok Mahal, Pengrajin Tempe dan Tahu Aksi Mogok Produksi di Kabupaten Bekasi

Kasturi (45) Salah satu pengrajin yang ada Kampung Cabang Lio RT 03/04, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

BEKASI – Lantaran semakin tingginya harga bahan pokok kedelai dipasaran sejak awal bulan Februari, sehingga para pengrajin melakukan aksi mogok berproduksi. Senin (21/02/2022).

Akibatnya, sebanyak lima ratus lebih pengrajin tempe dan tahu selama tiga hari ke depan akan berhenti produksi, akibatnya tempe dan tahu langka dipasaran.

Kasturi (45) Salah satu pengrajin yang ada Kampung Cabang Lio RT 03/04, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Ia mengakui tidak lagi mampu mendapatkan keuntungan dari dampak kenaikan bahan pokok dan menanggung beban biaya produksinya.

“Harga bahan pokok kedelai saat ini diangka satu juta seratus lima puluh ribu rupiah per kwintal, atau sebelas ribu lima ratus rupiah perkilogramnya,”ucap Kasturi.

Bahkan, sejumlah pengrajin tempe dan tahu yang gulung tikar akibat tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan harga kedelai yang terus merangkak naik.

“Yang namanya orang dagang jadi kadang kalo langganan harga kita naikin sangkain mahal bangat, kalo gak kita naikin kita ngepres buat biayanya produksi,”tuturnya

Para pengrajin berharap pemerintah mampu menstabilkan harga kedelai sehingga tidak lagi membebani produksi tempe dan tahu bagi para pengrajin di Kabupaten Bekasi.

“Keinginan kami biar di respon sama pemerintah, kalo bisa ya harganya biar stabil lagi biar bisa produksi,”tutupnya. (Ade)

Tutup