Ngeri! Deolipa Yumara Akan Seret Bodyguard Atta Halilintar ke Pengadilan
Baru-baru ini Bodyguard Atta Halilintar dilaporkan ke polisi usai diduga mengancam bakal menculik wartawan.
Pengawal Atta tersebut dilaporkan oleh Aliansi Jurnalis Video (ADV) dengan Pengacara Deolipa Yumara.
Diketahui, bodyguard Atta diduga melemparkan ancaman pada awak media yang mau mewawancari sang majikan.
Ancaman disampaikan bodyguard Atta Halilintar saat dirinya hendak menuruni anak tangga.
Dia tak ingin wajahnya terpampang di kamera, jika wartawan tidak menuruti permintaan itu, dia mengancam akan menculik wartawan.
“Tolong jangan shoot saya. Kalau sampai ada wajah saya di TV, saya culik satu orang, ya,” ucap bodyguard Atta, dikutip ucapan video yang viral tersebut.
Atas kejadian ini, bodyguard Atta Halilintar dilaporkan dengan kuasa hukum Deolipa Yumara. Laporan yang telah terdaftar dengan nomor LP B 2740 G/9/2024 ini menyebutkan Agung sebagai terlapor atas dugaan ancaman penculikan terhadap Krisian Pratomo.
Deolipa menegaskan bahwa tindakan ancaman ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 serta Pasal 336 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur tentang ancaman pidana.
“Tindakan ancaman ini tidak bisa dibiarkan dan akan kami bawa hingga ke pengadilan,” tegas Deolipa.
Ia juga menambahkan bahwa dalam hukum pidana tidak ada ruang untuk permintaan maaf.
“Hukum pidana tidak mengenal maaf dalam tindak pidana. Kami akan mengikuti proses hukum ini hingga ke persidangan untuk melihat sejauh mana undang-undang pers dapat melindungi wartawan,” jelas Deolipa.
Deolipa juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkomunikasi dengan pihak Atta Halilintar dan hanya fokus pada proses hukum yang berjalan.
“Kami berharap kasus ini bisa menjadi contoh agar tidak ada lagi intimidasi terhadap wartawan di masa depan,” tutup Deolipa Yumara.
Sepak Terjang Deolipa Yumara
Nama Deolipa Yumara sempat menjadi sorotan publik usai dirinya menjadi kuasa hukum Bharada E dalam kasus Ferdy Sambo.
Deolipa kala itu sempat membongkar sejumlah pengakuan Bharada E soal skenario yang dibuat Irjen Pol Ferdy Sambo terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Deolipa sendiri merupakan lulusan Fakultas Hukum dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Ia kemudian memulai kariernya sebagai pengacara sejak tahun 1998.





