Serangan Israel menewaskan 28 orang di Jalur Gaza

[ad_1]

Tentara Israel meningkatkan serangan terhadap Deir el-Balah selama akhir pekan sementara pihak berwenang mengatakan 40.405 warga Palestina kini tewas di seluruh Gaza.

Setidaknya 28 orang tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak fajar pada hari Minggu, sementara serangan dahsyat di daerah kantong itu terus berlanjut selama akhir pekan.

Sumber-sumber medis memberikan jumlah korban tewas terkini kepada Al Jazeera, dan menambahkan bahwa serangan itu terjadi di seluruh Gaza.

Serangan tersebut menambah jumlah korban tewas sejak awal Sabtu akibat serangan Israel di Gaza menjadi 71 orang, dengan 112 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Para korban diyakini masih berada di bawah reruntuhan, sementara ambulans dan petugas pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.

Di antara yang tewas terdapat sedikitnya delapan warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel semalam di bagian timur Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah.

Sumber medis di Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa enam dari mereka yang tewas berasal dari keluarga yang sama.

Saksi mata melaporkan bahwa ada serangan pesawat tak berawak sebelum jet Israel menjatuhkan bom raksasa.

Kantor berita Wafa melaporkan, mengutip sumber lokal di Gaza, bahwa artileri Israel melancarkan rentetan serangan besar-besaran di tengah serangkaian serangan udara gencar di daerah kantong itu.

Mereka menyerang rumah milik keluarga Maammar di al-Hekker, yang mengakibatkan terbunuhnya para anggota keluarga.

Minggu lalu, tentara Israel meminta warga Palestina yang mencari perlindungan di bagian timur Deir el-Balah untuk pindah ke arah barat karena wilayah tersebut telah dinyatakan sebagai “zona merah”.

Melaporkan dari Deir el-Balah, Hani Mahmoud dari Al Jazeera mengatakan “akhir pekan ini sangat penuh kekerasan, (dan) berdarah”.

“Ini hanya tindakan sepihak. Militer Israel lebih unggul dalam hal tingkat kerusakan, dan telah menyebabkan lebih banyak korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak,” kata Mahmoud.

Ia menambahkan bahwa ketika serangan terjadi, tentara Israel mundur “sebagian” dari bagian timur Deir el-Balah.

“Menurut para saksi, mereka meninggalkan jejak-jejak kehancuran dan keruntuhan, termasuk di rumah-rumah, masjid-masjid, dan gedung-gedung publik,” katanya.

Namun penghancuran terus berlanjut, dengan laporan dari Wafa tentang pesawat tak berawak Israel yang menembaki warga sipil di dekat lapangan sepak bola al-Aanan, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya.

Di Khan Younis, di Gaza selatan, tim penyelamat juga telah menemukan jasad seseorang dari al-Qarara, utara kota, meskipun peluru artileri ditembakkan ke daerah tersebut.

Artileri Israel juga menargetkan rumah milik keluarga Ayad di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, Wafa melaporkan.

Sementara itu, seorang anak meninggal karena luka-lukanya 10 hari setelah terkena serangan Israel terhadap sekelompok warga sipil di daerah Batn as-Sameen, Khan Younis.

Serangan berkelanjutan itu terjadi saat Hizbullah meluncurkan pesawat nirawak dan roket ke Israel dan pasukan Israel melancarkan “serangan pendahuluan” ke Lebanon. Serangan itu juga terjadi saat Mesir menjadi tuan rumah putaran baru perundingan yang bertujuan mengakhiri perang Israel di Gaza, yang kini telah berlangsung selama 11 bulan.

Sejak perang dimulai, setidaknya 40.405 warga Palestina telah tewas dalam pemboman hebat Israel, menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong itu. Setidaknya 93.356 warga Palestina telah terluka dalam serangan-serangan ini.

[ad_2]
Sumber: aljazeera.com

Tutup