Enam orang tewas dalam serangan di masjid di Oman

[ad_1]

Empat warga negara Pakistan dan seorang polisi termasuk di antara mereka yang tewas, sementara sedikitnya 28 lainnya terluka, kata pihak berwenang.

Setidaknya enam orang tewas dan 28 lainnya terluka dalam penembakan di sebuah masjid di Oman dalam tindakan kekerasan yang jarang terjadi di negara Teluk tersebut.

Serangan pada Senin malam terjadi di Wadi al-Kabir, sebuah distrik di sebelah timur ibu kota Muscat, saat berlangsungnya acara keagamaan besar bagi umat Muslim Syiah.

Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan orang-orang berlarian di dekat Masjid Imam Ali, menaranya terlihat, saat suara tembakan terdengar diikuti suara yang berkata, “Ya Tuhan!”

Empat warga Pakistan dan seorang polisi termasuk di antara mereka yang tewas dan sedikitnya 28 orang lainnya terluka, kata pihak berwenang Pakistan dan Oman.

Polisi Oman mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa tiga orang bersenjata yang berada di balik serangan itu telah tewas dan petugas polisi telah “menyelesaikan prosedur untuk menangani penembakan tersebut,” katanya.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

“Pakistan mengutuk keras serangan teroris keji tersebut. Kami gembira bahwa pemerintah Oman telah menetralisir para penyerang,” kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Peringatan Ashura

Duta Besar Pakistan untuk Oman, Imran Ali, mengunjungi rumah sakit dan bertemu dengan mereka yang terluka, demikian pernyataan kedutaan, seraya menambahkan, “semua warga Pakistan yang tinggal di Oman diminta untuk bekerja sama dengan pihak berwenang”.

Kedutaan Besar AS di Muscat mengeluarkan peringatan keamanan setelah penembakan tersebut. “Warga AS harus tetap waspada, memantau berita lokal, dan mematuhi arahan dari otoritas setempat,” tulis kedutaan di X.

Serangan semacam itu jarang terjadi di Oman, yang sering menjadi mediator regional dengan tingkat kejahatan yang rendah. Serangan itu terjadi pada hari Asyura, saat kaum Muslim Syiah memperingati kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, di medan perang pada abad ketujuh.

Banyak penganut Syiah memperingati Asyura dengan melakukan ziarah ke makam Imam Hussein di kota Karbala, Irak. Umat Muslim Sunni memperingati hari tersebut dengan berpuasa.

[ad_2]
Sumber: aljazeera.com

Tutup