OPINI: Etika Profesi Sekretaris yang Harus Diteladani
terkenal.co.id – Dimasa sekarang ini profesi seorang sekretaris mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Perusahaan memandang profesi tersebut sangatlah penting, bahkan mereka menganggap bahwa profesi sekretaris merupakan salah satu profesi yang bergengsi.
Tidak heran lagi jika saat ini banyak sekali masyarakat yang tertarik pada profesi ini.
Terlebih lagi, profesi sekretaris dituntut untuk membantu pimpinan perusahaan untuk meringankan tugas-tugasnya dikantor.
Pada awalnya profesi sekretaris ialah hanya untuk menyimpan rahasia perusahaan.
Seiring berjalannya waktu tugas sekretaris lebih berkembang yaitu dituntut untuk membantu pekerjaan pimpinan dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.
Tidak hanya itu, sekretaris pun dituntut untuk membantu aktif dalam melaksanakan pola perbuatan manajer atau pimpinan agar organisasi tersebut dapat berjalan lancar.
Menurut M.G. Hartini Hendro dan F.X Tulusharayono (Periansa,2014): Sekretaris adalah orang yang membantu orang lain yaitu membantu pimpinan dalam melaksanakan tugas perkantoran yang timbul dari tugasnya sebagai pemimpin.
Sikap Sekretaris Profesional yang Harus Diteladani
1.Personality yakni di antaranya sabar, tekun disiplin, tidak mudah menyerah, berpenampilan menarik, loyal, pandai berbicara, sopan dan bisa menjaga nama baik perusahaannya.
2.General Knowledge, yakni memiliki kemampuan memadai terhadap segala sesuatu perubahan dan perkembangan yang terjadi terutama yang berkaitan dengan aktivitas di dalam perusahaannya.
3.Special Knowledge, yakni memiliki pengetahuan yang berkaitan khusus dengan posisinya sebagai seorang sekretaris yang berpengalaman.
4.Skill and Technic, yakni diantaranya meliputi kemampuan mengetik, korespondensi, stenografi, dan kearsipan.
5.Praktis, yakni kemampuan melaksanakan tugas sehari-hari seperti menerima telepon, menerima tamu, menyiapkan rapat, membuat agenda pimpinan, mengelola kearsipan dan semuanya yang berhubungan dengan kesekretariatan.
Hal demikian, saat bekerja bukan berarti kita tidak memperhatikan tata tertib yang dibuat oleh pihak-pihak terkait.
Dengan adanya tata tertib sikap, cara bicara, sopan santun, maka kedisiplinan akan tercipta dikantor.
Etika didalam kantor juga harus terus-menerus dikembangkan guna membangun profesionalisme supaya mampu membawakan dirinya dengan baik dihadapan pimpinan, rekan kerja dan pihak luar.
Menurut Rini dan Hanifati Intan (2015:2): Etika berasal dari kata Yunani “Ethos” (Ta Etha) berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Rini dan Hanifati Intan (2015:38): Etika Sekretaris adalah norma-norma, nilai, kaedah, ukuran yang diterima dan ditaati oleh sekretaris yang berupa aturan atau hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan yang baik serta dianggap sudah diketahui dan perlu dilaksanakan.
Adapun etika-etika yang harus diterapkan oleh sekretaris antara lain etika berkomunikasi atau berbincang-bincang, etika berbusana, etika menerima tamu atau berkenalan, etika bertelepon, etika dengan teman kerja, dan etika sekretaris di kantor.
Kesimpulan
Etika dan perilaku seorang sekretaris profesional dapat tercermin dari beberapa pemikiran, salah satunya cara seorang sekretaris itu berbicara dengan tamu dan kolega, bagaimana cara seorang sekretaris berpenampilan dalam melakukan pekerjaannya, bagaimana cara seorang sekretaris memberikan pelayanan kepada tamu dan kolega serta bagaimana cara seorang sekretaris bertanggung jawab dalam penyelesaian aktivitas pekerjaannya.
Kepribadian sekretaris meliputi seluruh perbuatan yang menyangkut kemampuan maupun kebiasaan yang tercermin pada tingkah laku seseorang sekretaris selama sekretaris itu bekerja.
Etika sekretaris dikantor meliputi cara berbicara, berpakaian, berbuat dan bertindak yang diterima baik di kalangan sekretaris dan di lingkungan kerja.
Untuk itu, seorang sekretaris profesional harus terus mengembangkan diri tidak hanya dalam keterampilan dan pengetahuan pekerjaan.
Namun juga menerapkan dan membiasakan etika dan perilaku yang baik.
Tidak hanya dalam lingkup pekerjaan namun juga dalam penerapan dan pengaplikasian kehidupan sehari-hari.
Seperti dalam quotes yang selalu mengatakan bahwa “nobody perfect”. Namun selalu ada pembuktian yang dapat mematahkan hal tersebut dengan “practice makes perfect”.
Penulis: Safitri Silaban19428025/Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi/Universitas Panca Sakti Bekasi
Dosen Pengampu: Dr. Son Haji, S.Ag, M.M






