Qatar Tegaskan Tak Jadi Mediator AS-Iran
Pemerintah Qatar menegaskan tidak terlibat dalam mediasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majid Al-Ansari, menyatakan bahwa Doha saat ini lebih memprioritaskan aspek keamanan nasional, terutama setelah terdampak serangan sebelumnya.
“Kami mendukung semua upaya diplomatik dalam konteks ini, baik melalui saluran resmi maupun tidak resmi, atau cara lain apa pun yang akan mengarah pada penyelesaian damai atas perang ini. Namun, saya ingin menekankan bahwa saat ini tidak ada upaya mediasi langsung dari Qatar antara kedua pihak,” ujarnya dalam pernyataan di Doha, Rabu (25/3/2026).
Meski tidak mengambil peran sebagai mediator, Qatar tetap menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif diplomatik yang bertujuan meredakan konflik secara damai.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengupayakan komunikasi dengan Iran melalui jalur telepon, menyusul sulitnya pertemuan langsung antara kedua pihak. Namun, pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan tersebut dan menuding pernyataan Trump sebagai upaya memengaruhi pasar energi global.
Trump juga dilaporkan menunda rencana serangan terhadap fasilitas strategis Iran selama lima hari, sekaligus memberikan tenggat waktu 48 jam terkait pembukaan jalur vital Selat Hormuz.
Sementara itu, media Iran melaporkan adanya serangan udara yang menghantam dua fasilitas energi penting di wilayah Khorramshahr dan Isfahan pada Selasa (24/3) pagi.
Ketegangan ini merupakan lanjutan dari operasi militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas Iran melalui serangan ke wilayah Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.






