Kemlu Tunda Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza

Ilustrasi seragam TNI.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza untuk misi perdamaian sementara ditunda. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh pembahasan terkait pengiriman pasukan, termasuk konsep Board of Peace (BoP) yang sempat diinisiasi oleh Donald Trump, masih berada dalam status penangguhan.

“Pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza saat ini ditunda dan seluruh pembahasan terkait Board of Peace masih on hold,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Kemlu menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara intensif, khususnya terkait dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum stabil.

Menurut Vahd, setiap langkah yang akan diambil Indonesia tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keselamatan personel yang akan diterjunkan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian internasional akan tetap mengacu pada mekanisme resmi dan mandat global. Salah satunya melalui kerangka International Stabilization Force (ISF) yang berada di bawah ketentuan internasional.

Selain itu, rencana partisipasi Indonesia juga harus berlandaskan mandat Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025), serta sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang dianut Indonesia.

Kemlu menegaskan bahwa keputusan akhir terkait pengiriman pasukan sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kepentingan nasional dan hukum internasional.

Penundaan ini mencerminkan sikap hati-hati pemerintah dalam merespons konflik global, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap mengutamakan stabilitas kawasan dan keselamatan prajurit yang akan bertugas.

Tutup