Ustaz Solmed Bantah Isu Pelecehan

Ustaz Solmed

Penceramah Ustad Soleh Mahmud kembali menanggapi isu yang menyeret namanya dalam dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan meminta publik untuk tidak mudah mengaitkan inisial dengan identitas seseorang tanpa bukti jelas.

Sebelumnya, rumor beredar menyebut adanya seorang ustaz berinisial “SAM” yang dilaporkan ke pihak berwajib. Namun, Solmed menilai banyak pihak keliru menghubungkan inisial tersebut dengan dirinya tanpa melakukan penelusuran fakta yang memadai.

“Jangan mudah menuduh tanpa bukti, apalagi hanya berdasarkan inisial. Kalau ditelusuri dengan jelas, sebenarnya bisa diketahui siapa yang dimaksud,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.

Meski telah memberikan klarifikasi melalui media sosial, Solmed mengaku masih menemukan sejumlah konten yang dinilai menyudutkan dirinya. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar.

Suami dari April Jasmine tersebut menyatakan akan mengambil langkah tegas dengan membawa persoalan ini ke ranah hukum setelah perayaan Idulfitri.

“Insyaallah setelah Lebaran saya akan lanjutkan ke jalur hukum. Saat ini masih fokus persiapan Lebaran dan aktivitas lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Solmed mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah akun media sosial yang diduga menjadi sumber penyebaran informasi tersebut. Ia juga telah melakukan konsultasi awal dengan aparat penegak hukum terkait langkah yang akan ditempuh.

Rencananya, laporan akan diajukan ke kepolisian, baik melalui Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri, guna menindaklanjuti dugaan pencemaran nama baik yang dialaminya.

“Beberapa akun sudah kami kantongi. Kami akan laporkan karena kontennya sangat merugikan,” tegasnya.

Meski demikian, Solmed masih memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menghapus konten yang dianggap bermasalah sebelum proses hukum benar-benar dilakukan. Ia menegaskan tenggat waktu tersebut berlaku hingga momen Lebaran.

“Silakan segera diturunkan kontennya. Saya beri waktu sampai Lebaran. Kalau masih ada, tentu akan kami tindaklanjuti secara hukum,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Tutup