Heboh di Forum Hacker, Kelompok Indonesia Sebut Retas Data Pemilu Israel

Ilustrasi Hacker

Jagat siber global tengah diramaikan oleh klaim aksi peretasan berskala besar yang melibatkan kelompok yang mengatasnamakan diri INDOHAXSEC. Kelompok tersebut mengaku berhasil mengakses dan menyebarluaskan data pribadi jutaan warga Israel ke ruang publik digital.

Informasi mengenai dugaan kebocoran ini pertama kali mencuat di sejumlah forum peretasan internasional sebelum akhirnya meluas ke berbagai platform media sosial. Aksi tersebut sontak menarik perhatian komunitas keamanan siber karena skala data yang disebut sangat besar.

Berdasarkan klaim yang beredar, data yang bocor diduga berkaitan dengan basis data pemilu di Israel. Jika benar, maka informasi tersebut berpotensi memuat identitas sensitif milik warga negara dalam jumlah masif.

Kelompok INDOHAXSEC menyebut telah membagikan lebih dari 1.600 berkas digital dengan total ukuran mencapai sekitar 2 gigabyte. Data tersebut diklaim tersusun rapi dalam ratusan folder yang terorganisir.

Secara rinci, jumlah data yang disebut terdampak mencapai lebih dari 8,3 juta individu. Struktur file yang tersebar terdiri dari 116 folder yang masing-masing berisi dokumen dengan beragam jenis informasi.

Isi data yang diduga bocor mencakup berbagai informasi pribadi, meski hingga kini belum ada verifikasi independen yang memastikan keaslian maupun tingkat sensitivitas data tersebut.

Dalam pernyataannya, INDOHAXSEC menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan memiliki latar belakang politik. Mereka menyebut serangan siber ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan Iran di tengah konflik geopolitik yang masih berlangsung.

“Aksi ini adalah bentuk dukungan kami untuk Palestina dan Iran,” tulis perwakilan kelompok tersebut dalam unggahan di forum peretasan.

Meski demikian, sejumlah pakar keamanan siber internasional mengingatkan bahwa klaim semacam ini perlu diverifikasi secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait validitas data yang disebut telah dibobol.

Besarnya jumlah file yang beredar di forum underground tetap memicu kekhawatiran, terutama terkait potensi penyalahgunaan data pribadi apabila informasi tersebut terbukti autentik.

Peristiwa ini sekaligus menambah daftar aksi kelompok hacktivist yang kerap terlibat dalam dinamika konflik global, dengan menjadikan infrastruktur digital sebagai target serangan.

Sementara itu, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait kebenaran klaim kebocoran data tersebut. Publik pun diimbau untuk tetap kritis dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi yang jelas.

Tutup