Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat berkelakar ketika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan laporan terkait komoditas strategis nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada Jumat (13/3/2026).
Dalam paparannya, Amran menyampaikan bahwa anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk kebutuhan sekitar dua minggu ke depan.
Ia kemudian mengajukan pinjaman anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar program yang tengah berjalan tetap dapat dilanjutkan.
Pernyataan tersebut langsung disambut celetukan dari Bahlil yang duduk di dekat Amran.
“Uang terus,” ujar Bahlil sambil menepuk pundak Amran, yang kemudian disambut suasana santai di ruang sidang.
Menanggapi hal itu, Amran menjelaskan bahwa langkah pengajuan pinjaman anggaran tersebut telah mendapat arahan dari Presiden.
Ia juga menegaskan bahwa dana yang dipinjam bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun tambahan anggaran baru, melainkan melalui skema pinjam anggaran antar-pos yang tersedia.
Pada kesempatan yang sama, Amran turut melaporkan bahwa stok pangan nasional secara umum berada dalam kondisi aman.
“Stok pangan kita aman, terutama beras yang diperkirakan cukup hingga akhir tahun,” kata Amran.
Selain itu, ia juga menyebut kinerja sektor pertanian menunjukkan tren positif, dengan nilai ekspor produk pertanian tercatat meningkat hingga 28 persen.




