Media Israel Sebut Ribuan Personel TNI Akan Dikirim ke Gaza

Ilustrasi seragam TNI.

Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan akan bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza, Palestina, mulai 1 Mei 2026.

Informasi tersebut dilaporkan oleh media publik Israel, KAN, yang menyebutkan sekitar 5.000 personel dari Indonesia akan menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF).

Selain Indonesia, pasukan ini juga akan diisi oleh personel dari sejumlah negara lain, seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo.

Sebelum diterjunkan ke wilayah konflik, ratusan personel dijadwalkan menjalani pelatihan di Yordania pada April mendatang sebagai bagian dari persiapan misi internasional tersebut.

Setelah tiba di Gaza, pasukan stabilisasi akan ditempatkan terlebih dahulu di wilayah Rafah di Gaza bagian selatan. Wilayah ini disebut tengah dibangun kembali dengan dukungan dari Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, pasukan akan disebar ke sejumlah wilayah lain hingga mendekati area yang disebut sebagai “garis kuning”, yaitu batas sementara yang menandai posisi pasukan Israel Defense Forces (IDF) berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Pasukan stabilisasi internasional ini dibentuk dalam kerangka rencana pemulihan Gaza yang dipimpin oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace di bawah inisiatif Amerika Serikat.

Adapun tugas utama pasukan tersebut meliputi pengawasan keamanan di wilayah Gaza, pelucutan kelompok bersenjata, serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi dapat berjalan dengan aman dan lancar di kawasan tersebut.

Tutup