Megabintang sepak bola dunia Lionel Messi tengah menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya dalam pertemuan resmi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump viral di media sosial.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih, Washington, D.C., Messi terlihat menghadiri sebuah acara seremonial bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Saat memberikan pidato di hadapan para tamu, Trump menyinggung operasi militer Amerika Serikat yang dilakukan di Iran. Pernyataan tersebut kemudian disambut tepuk tangan dari sebagian tamu yang hadir di ruangan.
Dalam rekaman video yang beredar luas, Messi juga tampak ikut memberikan tepuk tangan bersama tamu lainnya. Momen tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet di berbagai platform media sosial.
Sebagian netizen mengkritik gestur sang pemain Inter Miami CF itu karena dinilai kurang sensitif terhadap situasi konflik yang sedang berlangsung dan berdampak pada korban sipil.
Reaksi Messi tersebut dianggap tidak menunjukkan empati terhadap krisis kemanusiaan yang disebut-sebut terjadi di wilayah yang terdampak konflik.
Cuplikan video tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di internet. Banyak pengguna media sosial membagikan ulang video itu sambil menyampaikan berbagai pendapat mereka.
Namun tidak semua tanggapan bernada kritik. Sebagian pihak menilai reaksi Messi kemungkinan terjadi secara spontan dalam suasana acara resmi yang bersifat seremonial.
Ada pula yang berpendapat bahwa faktor bahasa bisa saja memengaruhi situasi tersebut. Messi dikenal tidak terlalu fasih berbahasa Inggris sehingga kemungkinan tidak sepenuhnya memahami konteks pidato yang disampaikan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Messi terkait viralnya video tersebut. Sementara itu, perdebatan publik mengenai momen tersebut masih terus berlangsung di media sosial.




