Diduga Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol, Britney Spears Diamankan Polisi
Penyanyi pop dunia Britney Spears dilaporkan sempat diamankan aparat kepolisian setelah diduga mengemudi dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol di Ventura, California, Amerika Serikat.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam, 4 Maret 2026 waktu setempat. Kendaraan yang dikendarai pelantun lagu Toxic itu dihentikan oleh petugas untuk pemeriksaan di jalan.
Setelah dilakukan pengecekan, Britney kemudian dibawa untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat. Dalam proses tersebut, ia sempat diborgol sebelum menjalani prosedur cite and release, yakni mekanisme hukum yang memungkinkan tersangka dibebaskan setelah menerima surat panggilan sidang.
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada media, perwakilan Britney menyebut kejadian tersebut sebagai insiden yang disesalkan. Ia menegaskan bahwa penyanyi tersebut menyadari kesalahannya dan akan mematuhi proses hukum yang berlaku.
“Ini adalah kejadian yang sangat disayangkan,” ujar perwakilan Britney sebagaimana dilaporkan E! News, Jumat (6/3/2026).
Pihaknya juga menyatakan bahwa Britney akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum selama proses hukum berjalan.
Di tengah situasi tersebut, Britney disebut berencana lebih banyak menghabiskan waktu bersama kedua putranya, Sean Preston Federline dan Jayden James Federline, sebagai bagian dari dukungan keluarga setelah insiden tersebut.
Sumber yang dekat dengan penyanyi itu menyebutkan bahwa Britney tampak sangat emosional setelah penangkapan tersebut. Ia bahkan dilaporkan sempat menangis saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Menurut sumber tersebut, Britney merasa sangat menyesal dan khawatir telah mengecewakan banyak pihak, terutama para penggemarnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Britney Spears dihentikan oleh petugas California Highway Patrol sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Proses pemeriksaan kemudian berlangsung hingga Kamis dini hari sekitar pukul 03.00.
Setelah proses tersebut selesai, Britney diperbolehkan meninggalkan kantor polisi. Ia dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan terkait kasus tersebut pada 4 Mei 2026.





