Kuasa Hukum Insanul Fahmi Angkat Bicara soal Pernyataan Pengacara Inara Rusli

Inara Rusli

Polemik rumah tangga yang melibatkan Insanul Fahmi kembali memanas di tengah upaya penyelesaian konflik dengan istrinya, Wardatina Mawa. Situasi semakin rumit setelah muncul pernyataan dari pihak kuasa hukum Inara Rusli yang dinilai memperkeruh suasana.

Didampingi kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, Insanul Fahmi menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pengacara Inara Rusli, Lechumanan. Menurut Tommy, sejumlah pernyataan yang disampaikan Lechumanan justru berpotensi memperpanjang polemik yang tengah dihadapi para pihak.

Polemik ini mencuat setelah nama Inara Rusli disebut-sebut sebagai pihak ketiga dalam rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Tudingan tersebut memicu berbagai reaksi, termasuk pernyataan dari pihak kuasa hukum Inara yang menilai Mawa turut berperan memperpanjang konflik.

Dalam pernyataannya, Lechumanan bahkan menyebut Wardatina Mawa diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan perhatian publik. Ia juga menyinggung kondisi Mawa yang belakangan disebut-sebut mendapatkan banyak tawaran pekerjaan.

Menanggapi hal itu, Tommy Tri Yunanto menilai pernyataan tersebut tidak seharusnya disampaikan di ruang publik, apalagi ketika kedua pihak sedang berupaya menyelesaikan persoalan rumah tangga secara damai.

“Kalau memang membela klien, ya wajar seorang kuasa hukum melakukan pembelaan. Tapi kalau saya lihat, pernyataan tersebut justru mengarah pada upaya memisahkan Insan dan Mawa, padahal saat ini mereka sedang berusaha untuk rujuk,” ujar Tommy, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pernyataan yang terlalu menyerang pihak lain justru dapat memperkeruh situasi dan menghambat proses rekonsiliasi yang sedang diupayakan oleh pasangan tersebut.

“Harusnya tidak seperti itu. Apalagi kami ini sama-sama rekan sejawat di profesi hukum, sehingga sebaiknya tetap menjaga etika dalam menyampaikan pernyataan,” tegasnya.

Di tengah polemik yang berkembang, pihak Insanul Fahmi berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara baik-baik tanpa memperpanjang konflik di ruang publik. Mereka juga menegaskan fokus utama saat ini adalah mencari jalan terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Tutup