Tragedi Serangan di Sekolah Iran Tewaskan 165 Orang, AS dan Israel Bantah Terlibat
Dunia internasional diguncang oleh tragedi kemanusiaan yang terjadi di Iran bagian selatan setelah sebuah serangan mematikan menghantam sebuah sekolah dasar. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 165 orang dan memicu kecaman luas dari berbagai pihak.
Serangan itu terjadi di Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh pada Sabtu (28/2/2026), tepat saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Bangunan sekolah yang dipenuhi murid dan tenaga pengajar mendadak menjadi lokasi tragedi setelah serangan menghantam area tersebut tanpa peringatan.
Media lokal Iran melaporkan bahwa sebagian besar korban merupakan anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Selain korban jiwa, puluhan orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa tragis ini langsung memicu kemarahan pemerintah Iran. Otoritas di Teheran menuding bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran menilai serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Mereka menegaskan bahwa sekolah merupakan wilayah sipil yang seharusnya dilindungi dalam situasi konflik apa pun.
Namun tuduhan tersebut segera mendapat tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Washington masih melakukan penyelidikan terkait laporan yang beredar mengenai serangan tersebut.
“Kami masih menyelidiki laporan tersebut. Namun perlu ditegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah menargetkan warga sipil dalam operasi militer apa pun,” ujar Hegseth dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Rabu (4/3/2026).
Di sisi lain, pihak Israel juga membantah keterlibatan dalam serangan tersebut. Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki catatan mengenai adanya operasi militer di wilayah sekolah tersebut pada waktu kejadian.
Pernyataan dari Amerika Serikat dan Israel tersebut menambah kompleksitas situasi yang kini menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, penyebab pasti serangan masih belum dapat dipastikan karena investigasi independen belum selesai dilakukan.
Sementara itu, komunitas internasional mendesak dilakukannya penyelidikan transparan untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Banyak pihak menilai insiden ini sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap fasilitas pendidikan dalam beberapa tahun terakhir.





