Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membatalkan rencana debat terbuka dengan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, yang sedianya digelar di Kompas TV pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Pigai menyebut polemik tersebut telah berakhir. “Perkara ini sudah selesai, case closed,” ujarnya melalui saluran komunikasinya.
Ia menegaskan tidak menolak perdebatan, namun memiliki batasan terkait substansi yang dibahas. “Saya terbuka untuk debat ilmiah. Tetapi kalau hanya membahas urusan teknis dan menguliti Tupoksi kementerian, itu bukan ruangnya,” kata Pigai.
Menurutnya, penilaian terhadap kinerja kementerian merupakan kewenangan lembaga legislatif dan pimpinan negara. “Evaluasi terhadap kementerian adalah ranah DPR RI dan pimpinan negara, bukan untuk diperdebatkan di forum yang tidak tepat,” tegasnya.
Pigai juga mengungkapkan telah menyatakan persetujuan untuk hadir dalam program tersebut sehari sebelumnya. “Saya sudah menyampaikan persetujuan hadir pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 11.16 WIB,” ujarnya.
Namun, ia mengaku kecewa lantaran sebelum debat terlaksana muncul video yang dinilainya menyudutkan. “Saya menyayangkan beredarnya video yang framing-nya seolah-olah sudah menghakimi sebelum forum berlangsung,” tambahnya.
Di sisi lain, Prof Zainal Arifin Mochtar berpandangan bahwa pejabat publik perlu membuka ruang diskusi secara transparan. “Pejabat publik harus siap mempertanggungjawabkan langkah nyata dan kebijakannya secara terbuka kepada masyarakat,” kata Zainal.
Hingga kini, pihak penyelenggara belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kemungkinan penjadwalan ulang debat tersebut.





