Polemik DS dan Suami Kian Meluas, Isu Privilege dan Komitmen LPDP Disorot
Gelombang kritik terhadap mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, dan suaminya, Arya P. Iwantoro, belum menunjukkan tanda mereda. Polemik yang awalnya dipicu oleh pernyataan terkait kewarganegaraan kini meluas ke isu tanggung jawab moral dan latar belakang keluarga.
Sejumlah warganet mempertanyakan komitmen pengabdian kepada Indonesia setelah pasangan tersebut menyelesaikan pendidikan di luar negeri dengan pendanaan dari program beasiswa negara.
“Ini bukan cuma soal pindah paspor, tapi soal tanggung jawab setelah menikmati uang rakyat,” tulis salah satu pengguna media sosial X dalam unggahan yang viral.
Perdebatan semakin berkembang setelah publik menyoroti latar belakang keluarga Arya. Ia diketahui merupakan putra dari Syukur Iwantoro, yang pernah menduduki jabatan strategis di Kementerian Pertanian.
Fakta tersebut memunculkan narasi mengenai dugaan adanya faktor privilese dalam akses pendidikan melalui beasiswa LPDP.
“Kalau memang berasal dari keluarga mampu dan punya akses, kenapa masih mengambil jatah beasiswa negara?” tulis warganet lainnya.
Sebagian publik menilai persoalan ini tidak lagi sekadar pilihan pribadi untuk berpindah kewarganegaraan, melainkan menyangkut etika dan komitmen terhadap dana publik yang bersumber dari pajak masyarakat.
“Beasiswa itu amanah. Harus ada kontribusi nyata setelah lulus, bukan justru meninggalkan tanggung jawab,” komentar pengguna media sosial lainnya.
Hingga kini, media sosial masih dipenuhi desakan agar LPDP lebih selektif dalam proses rekrutmen serta tegas dalam menagih komitmen kontribusi para penerima beasiswa.




