Informasi mengenai rencana perubahan kebijakan layanan SPayLater Xtra milik Shopee tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Kabar tersebut mencuat setelah sebuah unggahan dari akun Instagram @newspinter menyebut adanya potensi kebijakan baru yang dinilai dapat berdampak pada pelaku usaha di platform tersebut.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi, “Ngak Ngotak! Seller Dipaksa Tanggung Hutang Customer di Shopee Mulai 2026,” sebagaimana dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
Unggahan tersebut kemudian memicu kekhawatiran di kalangan penjual maupun konsumen terkait keberlanjutan penggunaan fitur pembayaran berbasis kredit tersebut di masa mendatang.
Sebagian pengguna mempertanyakan apakah kebijakan yang dirumorkan itu akan memengaruhi skema tanggung jawab transaksi antara penjual dan pembeli dalam layanan SPayLater Xtra.
Diskursus di media sosial juga memunculkan pertanyaan mengenai opsi yang akan diambil konsumen, apakah tetap mengaktifkan layanan tersebut atau memilih untuk menonaktifkannya apabila kebijakan itu benar diberlakukan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Shopee terkait kabar yang menyebutkan adanya kewajiban bagi seller untuk menanggung utang pelanggan dalam transaksi SPayLater Xtra.
Belum diketahui pula apakah narasi yang beredar merupakan bagian dari rencana kebijakan internal perusahaan atau hanya interpretasi dari pihak tertentu di ruang publik digital.
Sejumlah pelaku usaha di platform e-commerce tersebut pun mengimbau agar pengguna menunggu klarifikasi resmi sebelum mengambil keputusan terkait penggunaan fitur pembayaran cicilan itu.
Pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan penjelasan guna menghindari kesalahpahaman di tengah pengguna layanan, khususnya para seller yang berpotensi terdampak oleh isu tersebut.
Sampai saat ini, perkembangan mengenai kebijakan SPayLater Xtra masih menunggu konfirmasi lanjutan dari perusahaan.




