Nasaruddin Umar Bantah Gratifikasi Terkait Peresmian Madrasah di Takalar

Nasaruddin di Talakar.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang belakangan disorot publik karena menggunakan jet pribadi.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam agenda tersebut semata-mata untuk memenuhi undangan peresmian madrasah, tanpa keterkaitan dengan urusan kedinasan ataupun pihak yang memiliki relasi resmi dengan kementerian.

“Saya enggak tahu. Saya diundang untuk meresmikan madrasahnya. Tiba-tiba, masa saya tidak datang,” ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (18/2).

Menanggapi anggapan adanya potensi gratifikasi dalam kegiatan tersebut, Nasaruddin menyatakan bahwa pihak yang mengundangnya tidak memiliki hubungan formal dengan institusi yang ia pimpin.

“Enggak tahu. Terserah. Saya diundang meresmikan masa (tidak datang), apanya gratifikasi? Dia enggak ada hubungan resmi dengan kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa undangan tersebut datang dari pihak yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengannya, sehingga kehadirannya bersifat personal.

“Istrinya itu kan keluarga. Jadi hubungan saya kekeluargaan. Jadi keluarga yang mengundang saya untuk meresmikan pondoknya, ya masa saya enggak datang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak yang mengundangnya berasal dari wilayah Takalar, yang juga merupakan tempat tinggal sebagian kerabatnya.

“Dia itu orang Takalar. Paman saya juga di sana, di Takalar itu. Jadi keluarga,” pungkasnya.

Tutup