Banjir di Bayat Klaten, Air Berwarna Merah Diduga Limbah Konveksi

Air Berwarna Merah

Banjir melanda Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini menjadi sorotan warga setelah muncul aliran air berwarna merah dan cokelat yang mengalir deras di sejumlah titik permukiman.

Video yang memperlihatkan luapan banjir dengan dua warna berbeda itu pun viral di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam rekaman tersebut, terlihat air berwarna merah muda pekat mengalir melalui saluran drainase, sementara air berwarna cokelat muda tampak menggenangi jalan kampung.

Menanggapi hal itu, pihak kecamatan memastikan bahwa air berwarna merah tersebut bukan berasal dari limbah pewarna batik di wilayah Desa Ngerangan maupun Kabupaten Klaten.

Camat Bayat, Rohmad Syabani, menjelaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sumber warna merah berasal dari wilayah luar daerah.

“Untuk limbah kemarin, itu ternyata dari konveksi di Sumberan, Tancep, Ngawen, Gunungkidul yang luapan air hujan mengenai pewarna di teras rumah, kemudian masuk ke selokan menuju Sungai Sendang di Ngerangan, Bayat,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena air berwarna merah tersebut terjadi di wilayah Dusun Sendang dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat setempat.

“Biasanya hanya sebentar lalu hilang, jadi tidak ada dampaknya sejauh ini,” pungkas Rohmad.

Pihak kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, mengingat kondisi air yang berubah warna tersebut bersifat sementara akibat terbawa limpasan air hujan dari lokasi konveksi.

Tutup