Ribuan Warga Gaza Dilaporkan Hilang Tanpa Jejak
Investigasi yang dilakukan Al Jazeera Arabic mengungkap dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel dalam perang di Gaza. Laporan tersebut menyebut sedikitnya 2.842 warga Palestina dilaporkan hilang tanpa ditemukan jasad utuh sejak konflik meningkat pada Oktober 2023.
Temuan itu dipaparkan dalam laporan investigatif berjudul The Rest of the Story, yang mendokumentasikan pencatatan forensik oleh otoritas Pertahanan Sipil Gaza selama periode perang. Dalam sejumlah kasus, korban tidak ditemukan dalam kondisi jenazah utuh, melainkan hanya berupa sisa jaringan tubuh atau percikan darah di lokasi serangan.
Laporan tersebut menyoroti dampak kehancuran yang disebut konsisten dengan karakteristik senjata berdaya ledak tinggi, termasuk jenis termobarik yang dikenal menghasilkan gelombang panas dan tekanan ekstrem. Namun, tuduhan penggunaan senjata tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari lembaga internasional.
Salah satu kisah yang diangkat adalah pengalaman Yasmin Mahani, yang kehilangan putranya, Saad, setelah serangan udara menghantam Sekolah al-Tabin di Kota Gaza pada 10 Agustus 2024 dini hari.
“Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” kata Mahani kepada Al Jazeera Arabic, dikutip Rabu (11/2/2026).
Ia mengaku tidak menemukan jasad anaknya untuk dimakamkan. “Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya,” ujarnya.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan penggunaan senjata termal atau termobarik dalam laporan tersebut. Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan krisis kemanusiaan luas di Gaza, dengan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil.
Laporan ini kembali memicu sorotan internasional terhadap dampak penggunaan senjata berdaya hancur tinggi di wilayah padat penduduk serta pentingnya investigasi independen atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.




